Honor Bosda di Ende Belum Dibayar, Ini Penjelasan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Honor Bosda di Ende Belum Dibayar, ini penjelasan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
Honor Bosda di Ende Belum Dibayar, ini penjelasan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
POS-KUPANG.COM | ENDE - Meskipun Pemerintah Kabupaten Ende menjanjikan akan membayar honor Bosda bagi para guru GTT di daerah itu pada tanggal 28 Nobember 2019 lalu namun hingga awal Desember 2019 honor bagi 1.065 GTT belum juga dibayarkan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kornelis Wara yang dikonfirmasi Pos-Kupang.Com, Senin (2/12/2019), mengakui bahwa Pemda Ende memang belum membayar honor bagi para guru GTT dengan alasan masih proses verifikasi.
• Peringatan HUT ke-74 PU Tingkat Kabupaten TTS Digelar di Lapangan Upacara SD Mnelafau
Kornelis mengatakan pihaknya merasa perlu melakukan verifikasi kembali data-data para guru dengan berbagai alasan seperti ada guru yang telah lulus menjadi PNS pada tahun 2018 lalu dan ada juga yang telah mengundurkan diri sehingga tidak lagi menjadi guru GTT.
"Lebih baik bayarnya terlambat daripada memaksakan diri harus segera dibayarkan namun yang terjadi salah bayar tentu akan menimbulkan persoalan yang baru lagi,"kata Kornelis.
Kornelis mengatakan bahwa dalam proses verifikasi pihaknya melibatkan inspektorat Kabupaten Ende sehingga dengan data yang didapatkan benar-benar valid sehingga mempermudah proses pembayaran kepada para guru GTT.
• Nasihat Kapolsek Nangaroro Kepada Para Pelajar, Hindari Tawuran dan Jangan Miras
Tentang tenggang waktu yang dipergunakan untuk proses verifikasi, Kornelis mengatakan pihaknya belum bisa memastikan namun demikian diharapkan secepatnya selesai.
"Kami belum tahu sampai kapan namun demikian diupayakan secepatnya karena kalau sudah selai proses verifikasi dan didapatkan data yang valid maka proses pembayaran dapat segera dilakukan," kata Kornelis.
Untuk pembayaran honor GTT ujar Kornelis, Pemda Ende dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende menyiapkan dana sebesar Rp 8 Miliar.
"Nantinya pelaksanaan pembayaran hanya 4 bulan dengan nilai yang berfariasi paling tinggi Rp 1,3 Juta untuk para guru GTT yang mengajar di daerah terpencil sedangkan para guru yang mengajar di wilayah Kota Ende jumlahnya lebih kecil," ujar Kornelis. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/honor-bosda-di-ende-belum-dibayar-ini-penjelasan-plt-kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan.jpg)