Warga TTS Tewas Disambar Petir

Begini Hasil Visum Terhadap Jenazah Dona Nenoliu Korban Tewas Disambar Petir di TTS

Begini hasil visum terhadap jenazah Dona Nenoliu korban Tewas Disambar Petir di TTS

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Begini Hasil Visum Terhadap Jenazah Dona Nenoliu Korban Tewas Disambar Petir di TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kapores TTS, AKBP Ariasandy, S.IK

Begini hasil visum terhadap jenazah Dona Nenoliu korban Tewas Disambar Petir di TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Dona Nenoliu (22) warga Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan murni meninggal akibat tersambar petir, Senin (2/12/2019) siang. Korban disambar petir ketika sedang menerima panggilan masuk di teleponnya tepat di bawah pohon asam.

Dari hasil visum yang dilakukan dokter Ganesa Granta tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka akibat kekerasan fisik pada tubuh korban.

Korban diduga kuat meninggal akibat tersambar petir. Untuk mengetahui pasti penyebab kematian maka harus dilakukan otopsi, tetapi pihak keluarga korban menolak dan menerima kematian korban sebagai ajalnya.

Jenazah Dona Nenoliu Korban Tewas Disambar Petir Dimakamkan Esok, Didahului Ritual Adat

"Pasca kejadian dan kita mendapatkan informasi adanya korban yang meninggal akibat tersambar petir, kita langsung melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Panite guna melakukan visum. Dari hasil visum, kuat dugaan korban meninggal akibat disambar petir," ungkap Kapores TTS, AKBP Ariasandy, S.IK saat dikonfirmasi pos- kupang.com melalui Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Made Wijaya, SH.

Akibat sambaran petir yang mengenai tubuh korban lanjut Made, berdasar hasil visum ditemukan celana jeans warna hitam yang dikenakan korban terobek di bagian kiri akibat.

BREAKING NEWS: Hendak Menerima Telepon Dibawah Pohon Asam, Dona Tewas Disambar Petir

Celana dalam warna korban pun ikut terbakar di bagian pangkal paha kanan dan bagian bokong kanan.

Bagian dada kiri dan kanan korban terdapat lebam bergaris-garis, paha kiri dan kanan terdapat luka bakar, rambut kemaluan terbakar akibat disambar petir.

Terdapat lebam di punggung korban. Pada kemaluan korban keluar cairan bening dan pada dubur korban keluar veses.

"Karena pihak keluarga sudah menerima kematian sebagai ajalnya, maka jenazah korban sudah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan sebelum dimakamkan," ujarnya.

Untuk diketahui, korban merupakan anak pertama dari enam bersaudara dari pasangan suami istri, Mikael Nenoliu dan Sarci Tanu. Korban diketahui belum menikah.

Untuk diketahui, Niat Dona Nenoliu pria lajang berusia 22 tahun untuk menerima telepon di bawah pohon asam justru berujung petaka. Dona tewas seketika tersambar petir, Senin (2/12/2019) siang saat tengah menerima telepon di bawah pohon asam.

Ayah korban, Mikael Nenoliu yang dihubungi pos kupang.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (2/12/2019) membenarkan kejadian yang menimpah anak pertamanya tersebut.

Diceritakannya, korban bersama ibu dan kedua adiknya dalam perjalanan pulang dari Puskesmas Panite menuju rumahnya di Desa Mio usai berobat.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba hujan mulai turun sehingga korban bersama sang ibu dan kedua adiknya memilih berteduh sejenak di salah satu rumah kosong.

Saat berteduh, muncul panggilan telepon masuk di handphone milik korban. Korban pun langsung menyebar ke sebelah jalan tepatnya di bawah pohon asam guna mengangkat telepon.

Bebelum beberapa saat korban tiba di bawah pohon asam, tiba-tiba petir turun dan langsung menyambar tubuh korban. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved