99 Warga Keracunan Makanan

Kadis Kesehatan: Para Korban Dugaan Karacunan Makanan Telah Ditangani

Ada 99 korban diduga keracunan makanan yang saat ini sementara dirawat di Pustu dan Posyandu Desa Oe'ekam

Kadis Kesehatan: Para Korban Dugaan Karacunan Makanan Telah Ditangani
POS KUPANG/DION KOTA
Korban diduga keracunan makanan yang saat ini sementara dirawat di Pustu dan Posyandu Desa Oe'ekam 

Kadis Kesehatan: Para Korban Dugaan Karacunan Makanan Telah Ditangani

POS-KUPANG. COM| SOE -- Kepala Dinas Kesehatan, dr. Irene Atte langsung turun ke Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba, Sabtu (30/11/2019) pagi untuk memantau penanganan korban kasus keracunan di Desa Oe'ekam.

Para korban keracunan dikatakan dr. Irene telah ditangani oleh para tenaga medis, baik dari Puskesmas Noebeba maupun petugas dari Dinas Kesehatan.

"Ada 99 korban diduga keracunan makanan yang saat ini sementara dirawat di Pustu dan Posyandu Desa Oe'ekam. Umumnya para korban mengeluhkan gejalah pusing, muntah-muntah dan mencret," ungkap dr. Irene.

Sampel makanan dan air yang dihidangkan saat pesta lanjut dr Irene, saat ini sudah diambil dan dibawa ke Dinas Kesehatan Kabupaten TTS untuk selanjutnya di kirim ke Labkes Propinsi NTT untuk diperiksa.

"Sampelnya sudah diambil dan hari ini juga kita kirim ke Kupang," ujarnya.

BREAKING NEWS : 99 Warga Desa Oeekam TTS Keracunan Makanan

Selain di Desa Oe'ekam, dikatakan dr. Irene korban keracunan lainnya ada di Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan. Oleh sebab itu, pihaknya juga mendirikan posko di Desa Mio.

"Untuk desa mio saya masih koordinasi untuk tahu berapa banyak korban dugaan keracunan yang ada di sana," sebutnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 99 warga Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba mengalami keracunan makanan pasca mengikuti acara pesta pernikahan Sinta dan Decky Nenoliu di Dusun 1 Desa Oe'ekam, Jumat (29/11/2019) malam.

Para korban yang umumkan mengalami gejalah pusing, muntah-muntah, diare hingga sesak napas saat ini dirawat di Pustu dan Posyandu Desa Oe'ekam.

Yovi Baok (28) salah satu korban keracunan menceritakan, dirinya mulai mengalami gejala keracunan sekitar Sabtu (30/11/2019) pukul 01.00 WITA. Beberapa saat setelah tiba di rumah, usai menghadiri acara pesta pernikahan, dirinya mulai merasa pusing dan muntah-muntah. Tak lama berselang, dirinya mengalami diare yang membuat tubuhnya lemah.

Pemecatan Pelatih Rahmad Darmawan Berdampak Buruk Buat Tim, Simak Kata Kapten PS Tira Persikabo

Perempuan di Bolaang Mongondow ini Idap AIDS karena Ditulari Suami Kedua, Suami Ketiga ?

Tarif Gadis Bandung Rp 300 Ribu, Awalnya Dijanjikan Kerja di Kafe, Malah Disuruh Layani Pria, Info

Dirinya baru mengetahui jika dirinya mengalami keracunan makanan saat petugas kesehatan dari Puskesmas Noebeba mendatangi rumahnya dan membawanya ke Pustu. (Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved