Sabtu, 25 April 2026

Dosen Dikeroyok di Kupang

Pengeroyokan dan Perampokan Dosen Muda di Kupang, Sempat Melawan Tapi Kalah Jumlah

Soal Pengeroyokan dan perampokan dosen muda di Kota Kupang, sempat melawan tapi kalah jumlah

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Keadaan TKP pengeroyokan dan perampokan dosen muda di Jln Prof. Dr. Herman Yohanes Penfui, Kota Kupang, Jumat (29/11/2019) siang. 

Atas kejadian tersebut, dosen di salah satu universitas negeri di Kota Kupang ini melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kupang Kota.

"Saya sudah buat laporan polisi dan sudah divisum. Tadi malam saya juga sudah diambil keterangan oleh polisi," kata korban saat dihubungi POS-KUPANG.COM pada Jumat (29/11/2019) pagi.

Pihaknya berharap polisi dapat bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap para pelaku.

Dijelaskannya, ia dianiaya hingga mengalami sejumlah luka lebam di wajah, luka robek di telinga dan sakit pada tubuhnya.

Kronologis kejadian, kata dia, saat ia hendak pulang dari rekannya di wilayah Tofa, Kota Kupang menggunakan sepeda motornya.

Saat itu, seorang pelaku yang menggunakan motor jenis trail mengendarai kendaraannya dengan ugal-ugalan. "Saya sudah lihat dia bawa motor ugal-ugalan dan membahayakan pengendara motor lainnya," katanya.

Lebih lanjut, saat tiba di Bundaran Penghijauan, korban hampir ditabrak oleh pelaku menggunakan motornya.

Korban pun menegur pelaku, namun dibalas dengan ancaman oleh pelaku. "Kakak diam sa (saja) nanti beta (saya) bunuh kakak," katanya mengulangi perkataan pelaku.

Selanjutnya, keduanya memarkirkan motornya di TKP dan terjadi adu mulut. Tidak lama berselang, pelaku yang melihat tiga rekannya kebetulan melintas langsung memukul korban.

Melihat pelaku yang belum diketahui identitasnya ini memukul korban, 3 rekan pelaku pun melakukan pengeroyokan.

"Kami sempat adu mulut, karena dia lihat temannya datang, dia merasa kuat lalu pukul saya di kepala," katanya. "Setelah itu, mereka pukul saya hingga saya terjatuh. Saya usaha untuk membela diri tapi kalah jumlah," jelasnya.

Tidak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga merampas tas milik korban yang berisi satu unit handphone dan dokumen pribadi serta helm korban. Aksi penganiayaan tersebut pun menarik perhatian banyak sekitar dan langsung menghampiri korban.

Melihat hal tersebut, para pelaku kabur dan membawa lari sejumlah barang korban. Korban berusaha menyelamatkan diri dan hendak melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi yang tepat di samping Bundaran Penghijauan.

Namun Pos Polisi tersebut kosong, tak ada penjagaan dari satu pun anggota kepolisian. "Saya langsung, ke teman saya dan kami ke Mapolres Kupang Kota untuk melapor," katanya.

Diakuinya, 4 pemuda yang melakukan pengeroyokan terhadap dirinya tengah mabuk miras. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved