Paus Fransiskus Tinggalkan Jepang Setelah Mengunjungi Korban Bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki

Paus Fransiskus meninggalkan Jepang pada Selasa (26/11/2019), mengakhiri tur Asia yang berlangsung sejak pekan lalu.

Paus Fransiskus Tinggalkan Jepang Setelah Mengunjungi Korban Bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki
Vaticannews.va
Paus Fransiskus menerima bunga dari seorang wanita Jepang yang mengenakan kimono, pakaian khas negeri Matahari Terbit. 

Agenda Paus di Negeri "Sakura" berlanjut dengan menemui para penyintas "tiga bencana besar" yang terjadi 2011 silam.

Yakni gempa dan tsunami di Tohoku, disusul kebocoran reaktor nuklir Fukushima di mana 18.500 orang tewas atau menghilang.

Dia menekankan supaya bantuan bagi korban bencana, terutama kebocoran nuklir Fukushima, tetap dilanjutkan.

Hingga saat ini, dilaporkan masih terdapat 50.000 orang yang berada dalam pengungsian meski sudah berlangsung selama delapan tahun.

Meski dia membawa agenda serius, bukan berarti Paus dari Ordo Jesuit itu tidak bisa bercanda ketika melakoni lawatan ke Jepang.

Seperti ketika membawakan pidato, dia sempat menanyakan apakah hadirin bosan, dan perlukah dia melanjutkan pidatonya.

Selain itu, dia juga menerima hadiah berupa happi (jubah tradisional Jepang) bergambar anime wajahnya dari kaum muda.

Sudah lama Paus asal Argentina itu mendambakan pergi ke Jepang, bahkan dia sempat memimpikan menjadi misionaris di sana.

Terdapat sekitar 440.000 umat Katolik di Jepang, yang menyambutnya begitu meriah, hingga ada yang berceletuk Paus disambut layaknya bintang rock.

Paus Fransiskus tiba di negeri Matahari Terbit sambil tersenyum meskipun hujan dan angin kencang.

Kegembiraannya terlihat saat ia bertemu dengan masyarakat Jepang yang paling beragam.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved