Pendapat Masyarakat Nagekeo Sangat Dibutuhkan dalam Menyusun Dokumen AMDAL

masyarakat memiliki kesempatan selama 10 hari untuk menyatakan pendapat terkait rencana penyusunan dokumen dimaksud,

Pendapat Masyarakat Nagekeo Sangat Dibutuhkan dalam Menyusun Dokumen AMDAL
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana kegiatan sosialisasi penyusunan AMDAL di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay Kabupaten Nagekeo, Kamis (21/11/2019). 

Pendapat Masyarakat Nagekeo Sangat Dibutuhkan dalam Menyusun Dokumen AMDAL

POS-KUPANG.COM | MBAY --Side Executive PT.Cheetham Flores Indonesia, Yuliana Lamuri menyatakan pendapat masyarakat terkena dampak lingkungan sangat dibutuhkan dalam menyusun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

AMDAL sendiri merupakan suatu kajian mengenai dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek, yang dipakai dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek Iayak atau tidak Iayak Iingkungan.

"Saya harapkan semua masyarakat yang hadir dalam kesempatan ini untuk memberikan pendapat. Sebab PT.Cheetham berniat baik dan berharap bahwa industri garam yang akan dibangun ini berdampak baik bagi masyarakat,"ujar Yuliana, kepada POS-KUPANG.COM di Mbay, Minggu (24/11/2019).

Yuliana mengatakan kehadiran lahan garam akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan.

"Soal lapangan pekerjaan, tentu saja perusahaan membutuhkan tenaga yang memiliki skill dan nonskill. Jadi silakan masyarat melamar sesuai disiplin ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan," terang Yuliana.

Yuliana menjelaskan dokumen AMDAL yang dipersiapkan adalah untuk lahan seluas 442,9 hektar di Kelurahan Mbay II Kecamatan Aesesa.

"Lahan tersebut adalah tanah negara yang pengelolaannya diberikan kepada Pemda Nagekeo. Pemda kemudian membuat MoU dengan PT.Cheetham sehingga lahan tersebut dapat dikelola untuk menghasilkan garam,"jelas Yuliana.

Masukan Masyarakat akan Diperhatikan

Doktor La Ode Koimani, Ketua Konsultan PT. Envicon Mitra Madani, dalam acara Sosialisasi dan Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL Lahan Garam PT.Cheetham Flores Indonesia, menjelaskan, semua pendapat masyarakat yang terkena dampak dari lahan garam yang akan dikerjakan oleh PT.Cheetham Flores Indonesia di Kelurahan Mbay II Kecamatan Aesesa, akan diperhatikan dan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen AMDAL.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir.Zainal Arifin Tenaga Ahli PT. Envicon Mitra Madani, Side Excecutive PT.Cheetham Flores Indonesia Yuliana Lamuri,Kepala Seksi PDL Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT Umbu M.Peter, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Aesesa Serilus Saze,Lurah Mbay II Arkadius Doy, para masyarakat terkena dampak dan undangan lainnya, Kamis (21/11/ 2019) bertempat di Hotel Sinar Kasih Mbay.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved