Ahok masuk BUMN

Erick Thohir Resmi Tunjuk Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina,Chandra Hamzah Komisaris Utama BTN

Teka-teki posisi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di BUMN akhirnya terjawab.

Editor: Adiana Ahmad
instagram agan harahap
Viral Foto Ahok Kenakan Seragam Pertamina, Fakta atau Hoaks? Netizen Heboh! 

Erick Thohir Resmi Tunjuk Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Chandra Hamzah Komisaris Utama BTN

POS-KUPANG. COM - Erick Thohir Resmi Tunjuk Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Chandra Hamzah Komisaris Utama BTN

Teka-teki posisi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di BUMN akhirnya terjawab. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), Erick Thohir resmi mengumumkan Ahok bakal menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. 

"Ya, Insya Allah saya rasa sudah putus dari beliau. Pak Basuki akan menjadi komisaris utama di Pertamina," kata Erick sebagaimana dikutip dari tayangan KompasTV, Jumat (22/11/2019). 

BREAKINGNEWS:Ahok BTP Suami Puput Nastiti Devi Jadi Komisaris Utama Pertamina,Ini Alasan Erick Tohir

Sebagai Komisaris Utama Pertama, Ahok bakal dibantu oleh Budi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama, Budi Sadikin.

"Lalu didampingi pak Wamen, pak Budi Sadikin, Wakil Komisaris Utama," kata Erick. 

Lebih jauh, Erick juga mengumukan posisi mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah yang sebelumnya juga disebut bakal menduduki jabatan penting di sektor perbankan BUMN. 

Erick memutuskan Chandra Hamzah bakal menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Tabungan Negara (BUMN).

"Nanti juga ada Direktur Utama Keuangan yang baru (di Pertamina). Ibu Ema yang sebelumnya dirut Telkomsel. Karena memang kan pak Pahala karena ada tugas baru juga sebagai Dirut BTN dan Komisaris Utama pak Chandra Hamzah," ujar dia. 

Erick Thohir Segera Rombak Pejabat Pertamina, Pertanda Ahok Masuk, Ini Jawaban Arya Sinulingga

Ahok Nyatakan Siap

Sebelumnya, Ahok menyatakan siap menerima tawaran dari Menteri BUMN Erick Thohir menjadi pimpinan perusahaan BUMN.

"Ya kalau ditunjuk, diminta tugas ya siap dong," kata Ahok melansir dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (21/11/2019), 

Ahok juga menyinggung soal penolakan terhadapnya. 

Ahok berujar jika hidupnya selalu ditolak.

"Kayaknya hidupku ditolak melulu," ujar Ahok, sebelum mengisi Workshop Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Hotel Grand Arkenso, Semarang, Rabu (20/11/2019).

Dirinya melanjutkan, dalam hidup memang kadang ada pihak-pihak yang menentang.

"Hidup ini tidak ada yang setuju 100 persen ya, Tuhan aja ada yang nentang kok," imbuh Ahok.

(Tribunnews.com/Daryono/Nuryanti)

Ahok Pimpinan BUMN,Marwan Sebut Tak Jujur, Boni Hargens:Dulu Pertamina Korup Kok Tidak Segalak Ini?

Pengamat Energi Marwan Batubara menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tak pantas untuk memimpin perusahaan BUMN karena sifatnya tidak jujur.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Boni Hargens heran mengapa zaman banyak terjadi praktik korupsi di Pertamina, Marwan tidak sekeras saat menolak Ahok

Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkapkan Boni Hargens dalam tayangan 'KOMPAS PETANG' unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (20/11/2019).

Boni Hargens menyangkal pendapat Marwan yang menyebut Ahok tidak jujur dan tak berkompetensi untuk memimpin perusahaan BUMN.

Boni Hargens menyorot apakah Ahok memang benar-benar seburuk yang dikatakan Marwan.

"Tadi bapak menekankan poin soal Ahok tidak jujur, dan sebagainya, artinya kan ketika kita bicara soal leadership, ya kita bicara juga soal skill, kompetensi, dan integritas," ujar Boni Hargens.

Boni Hargens yakin Ahok adalah sosok yang justru ideal untuk menjadi seorang pemimpin dilihat dari kompetensinya.

"Saya orang yang selalu menjaga akal sehat saya untuk mempertahankan apa yang saya anggap benar, dan saya melihat Ahok memiliki semua kriteria sebagai seorang pemimpin yang ideal," terang Boni Hargens.

"Karena dia punya kompetensi, dia punya integritas, kinerjanya sudah teruji pak, jadi bukan karangan saya, bukan karangan siapa pun."
Mulai dari 

1. Kata Boni Hargens Soal Serikat Pekerja Pertamina yang Tolak Ahok

Soal beberapa serikat pekerja Pertamina yang menolak Ahok masuk BUMN, Boni Hargens menyebut mereka punya hak untuk berpendapat.

Meski demikian, Boni Hargens tetap menekankan apa motif sebenarnya dari gerakan penolakan Ahok itu.

"Saya setuju dengan bapak bahwa serikat pekerja juga punya hak untuk berpendapat, kita tidak memperkarakan soal hak orang atau organisasi untuk berpendapat," ujar Boni Hargens.

"Tapi yang kita perkarakan adalah bagaimana pola gerakan, kenapa, tujuannya apa, motivasinya apa?" tuturnya.

Yang lebih mengherankan lagi, bagi Boni Hargens, mengapa ketika banyak pejabat korup di Pertamina, Marwan dan serikat pekerja tak segencar sekarang untuk lakukan protes.

"Kenapa ketika korupsi habis-habisan di Pertamina sebelumnya, kenapa ketika banyak mafia, serikat pekerja tidak segalak ini? Kenapa juga Pak Marwan Batubara tidak sekeras ini?" ujar Boni Hargens.

2. Sosok Ahok di Mata Marwan Batubara

Pada segmen sebelumnya, Marwan menyebut Ahok adalah sosok yang tidak jujur dan bahkan pernah terjerat kasus korupsi.

Awalnya, Marwan menyebut Ahok memang pada dasarnya sudah tidak memenuhi kriteria sebagai pimpinan BUMN.

Bahkan untuk presentase 70 persen saja Ahok dianggap tak bisa memenuhi.

"Sekian banyak kualifikasi yang harus dipenuhi oleh Ahok, ternyata sekitar 70 persen itu tidak terpenuhi," ujar Marwan.

Marwan menjelaskan Ahok banyak kekurangan, di antaranya sifat yang tidak jujur hingga rekam jejak yang buruk.

"Dari sisi kejujuran, dari sisi keahlian, dari sisi 

Ketidakjujuran Ahok, menurut Marwan, diwujudkan dalam bentuk kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras pada 2017 lalu.

Marwan mengklaim dirinyalah yang melaporkan Ahok terkait dugaan korupsi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ahok ini punya dugaan kasus korupsi, yang saya sendiri membawa surat itu ke KPK tanggal 17 Juli 2017," jelas Marwan.

"Dan salah satu kasus yang memang sangat fenomenal adalah tentang kasus Rumah Sakit Sumber Waras."

Dikutip dari “Kalau mau menyapu halaman secara bersih, gunakanlah sapu yang bersih. Tapi, kalau sapu belepotan banyak kotoran ya tidak bisa," sebut Marwan.

3. Kekhawatiran Marwan Batubara

Marwan menganggap jika Ahok menjadi pimpinan BUMN, dikhawatirkan para bawahannya nanti juga atertula

budaya korupsi.

"Kalau Ahok diduga belepotan berbagai kasus korupsi, saya duga justru banyak orang yang lebih terkontaminasi atau bahkan ada dugaan melanggengkan mafia yang ada," tuturnya.

Marwan menegaskan bahwa mendukung Ahok sebagai pimpinan BUMN adalah hal yang salah.

"Kami imbau yang mendukung Ahok agar hatinya terbuka, karena ada tanggung jawab sosial," imbaunya.

"Sikap mendukung Ahok (secara) membabi buta itu salah."

Senada dengan Marwan, Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli juga tak setuju Ahok menjadi pimpinan BUMN.

Rizal Ramli menegaskan rekam jejak Ahok tidak mulus dalam kariernya.

Berikut video lengkapnya: 

(Tribunnews.com/Ifa Nabila)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved