News

Dana CSR Bank NTT Bangun 11 Unit Rumah di Perbatasan, Izhak Eduard Rihi Letakkan Batu Pertama

Peletakan batu pertama ini dilakukan seusai dialog antara masyarakat perbatasan dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Desa Haumeniana

Dana CSR Bank NTT Bangun 11 Unit Rumah di Perbatasan,  Izhak Eduard Rihi Letakkan Batu Pertama
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat melakukan peletakan batu pertama di rumah salah seorang warga di Desa Haumeniana, Senin (18/11/2019). 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Tommy Mbenu

POS KUPANG, COM, KEFAMENANU - Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi, melakukan peletakan batu pertama pembangunan 11 unit rumah layak huni di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Peletakan batu pertama ini dilakukan seusai dialog antara masyarakat perbatasan dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Desa Haumeniana, Senin (18/11/2019) siang.

Pembangunan 11 unit rumah ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT dalam bidang sosial. Program ini digulirkan untuk membantu merevitalisasi dan memperbaiki rumah layak huni masyarakat perbatasan.

Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi, mengakui sudah mengalokasikan anggaran untuk program CSR tersebut sebesar Rp 275 juta, membangun 11 unit rumah layak huni bagi masyarakat TTU.

Pembangunan 11 unit rumah ini dilakukan, jelas Izhak, karena pihaknya melihat ontribusi indikator penyumbang angka kemiskinan terbesar berada pada penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

"Pada kesempatan ini, kita mencoba membantu pemerintah untuk memperbaiki rumah rakyat," ungkapnya.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt berterima kasih kepada Bank NTT yang telah memberikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurutnya, bantuan tersebut selaras upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi seluruh masyarakat melalui program bedah rumah tidak layak huni yang sudah dibangun pemerintah.

Bupati Ray menyebut kontribusi terbesar angka kemiskinan adalah rumah, di mana dari 14 variabel kemiskinan, enam di antaranya terdapat pada rumah. Oleh karena itu, katanya, program CSR Bank NTT selaras dengan program pembangunan bedah rumah layak huni (berarti) dari Pemkab TTU.

Ketua DPRD TTU, Hendrik F Bana, SH, mengatakan, sebagai wakil rakyat dirinya mendukung penuh upaya pemerintah dan Bank NTT memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat di daerah itu.

"Jadi, langkah yang dilakukan oleh Bank NTT ini perlu kita dukung karena ini program ini prorakyat," ungkap Hendrik. *

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved