News
Bank NTT Launching 'Lopo Dia Bisa', Harry Riwu Kaho Sebut Bermanfaat Besar Bagi Kaum Milenial
Bank NTT Cabang Atambua melaunching 'Lopo Dia Bisa' di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu, Senin (18/11/2019).
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas
POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Bank NTT Cabang Atambua melaunching 'Lopo Dia Bisa' di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu, Senin (18/11/2019).
Lopo berbasis digital ini dilaunching secara bersama-sama oleh Wakil Bupati Belu (Wabup), JT Ose Luan, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Riwu Kaho, Pimpinan Cabang Bank NTT Atambua, Frida Faturene, pimpinan forkompimda dan perwakilan dari mahasiswa serta pelajar.
Launching ditandai penekanan tombol secara bersama-sama dan pengguntingan pita. Kemudian, Wabup Belu bersama rombongan dan pejabat sipil dan TNI mencicipi kopi yang tersedia di kafe dilanjutkan peninjauan lopo-lopo.
Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Riwu Kaho, mengatakan, Lopo Dia Bisa ini merupakan yang pertama di Belu sebagai wadah berkumpul dan melakukan usaha-usaha ekononi kreatif oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Bank NTT menyediakan sarana seperti wifi gratis di lopo lalu masyarakat, khususnya generasi muda, bisa memanfaatkan lopo untuk mengembangkan usaha ekonomi berkolaborasi antara usaha konvensional dan digital.
Usaha awal yang mulai dijalankan di Lopo Dia Bisa ini adalah Metan Midar Cafe, dikelola kelompok pemuda Katolik.
Lopo Dia Bisa ini juga dapat dimanfaatkan siapa saja untuk melakukan usaha bernuansa lokal seperti menjual keripik pisang, pisang goreng, jagung bose, jagung goreng dan kain tenun.
Menurut Harry, Lopo Dia Bisa ini merupakan program Bank NTT untuk memacu semangat dan pola pikir masyarakat, khususnya generasi, megembangkan talenta atau berusaha berbasis digital.
Wabup Belu, JT Ose Luan, menyebut Lopo Dia Bisa ini sebagai kepedulian Bank NTT terhadap perkembangan usaha digital. Juga bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan generasi bangsa karena di lopo itu disediakan tempat baca buku.
"Sambil membaca, warga juga bisa melakukan usaha karena sarana pendukung sudah tersedia secara gratis," ujarnya. *