Korupsi NTT Fair

Sidang Korupsi NTT Fair, Jaksa Penuntut Umum Serahkan Bukti Transfer Fee dari Hadmen Puri

Sidang Korupsi NTT Fair, jaksa penuntut umum serahkan bukti transfer fee dari Hadmen Puri

Sidang Korupsi NTT Fair, Jaksa Penuntut Umum Serahkan Bukti Transfer Fee dari Hadmen Puri
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Saksi Yuli Afra dan Ferry Jons Pandie dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Ir Hadmen Puri di Pengadilan Tipikor Kupang pada Jumat (15/11/2019). 

Sidang Korupsi NTT Fair, jaksa penuntut umum serahkan bukti transfer fee dari Hadmen Puri

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penuntut umum ( JPU) Heri Franklin bersama Hendrik Tip dan Emerensiana Djemahat SH menyerahkan bukti transfer uang fee untuk Gubernur melalui rekening konsultan pengawas PT Dana Konsultan, Fery John Pandie.

Alat bukti transfer tersebut diserahkan kepada majelis hakim di sela-sela persidangan atas terdakwa Hadmen Puri di pengadilan Tipikor Kupang pada Jumat, (15/11/2019) pagi.

Ibu Hamil Penerima Paket Narkoba di Maumere Sikka Dijerat Pasal Berlapis

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Yulia Afra sebagai kuasa pengguna anggaran pada Dinas PRKP NTT dan saksi Ferry Jons Pandie para penuntut meminta waktu kepada hakim untuk menyerahkan bukti tersebut usai Yuli memberikan kesaksian.

"Yang mulia, ijin kami menunjukan bukti transfer uang dari terdakwa Hadmen Puri kepada saksi Ferry Johns Pandie," kata menuntut.

Ketika diijinkan hakim, penuntut menyerahkan bukti transfer. Saat itu, hakim juga meminta terdakwa, kuasa hukum dan para saksi untuk melihat bukti tersebut.

Bupati Kamelus: Para Lurah di Kecamatan Langke Rembong Sudah Lapor Hasil Kerja Bakti

Ketika dikonfrontir majelis hakim, terdakwa Hadmen Puri mengaku ada keterangan Yulia Afra yang salah. Menurutnya, ketika dia bertemu Yulia Afra di ruang kerjanya, Yulia bukan meminta fee 2.5 persen tetapi meminta fee 5 persen.

"Saya ketemu ibu Yulia di ruang kerjanya meminta fee 5 persen bukan 2.5 persen." ujarnya.

Hadmen membantah pengakuan Yulia jika dia diperkenalkan dengan Frans Lebu Raya.

"Waktu itu saya duduk di belakang Gubernur, di kursi nomor lima. Setelah itu saya dipanggil ibu Yulia untuk duduk di depan. Karena kursi ada yang kosong. Di depan itulah saya dibisik lagi oleh Yulia bilang Pak Gubernur (Frans Lebu Raya) minta tambah fee satu persen," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved