Wanita Suku Apatani di India Wariskan Tradisi Sumbat Hidung, Bagaimana Cara Mereka Bernapas?
Wanita Suku Apatani di India Wariskan Tradisi Sumbat Hidung, Bagaimana Cara Mereka Bernapas?
Wanita Suku Apatani di India Wariskan Tradisi Sumbat Hidung, Bagaimana Cara Mereka Bernapas?
POS-KUPANG.COM - Wanita Suku Apatani di India Wariskan Tradisi Sumbat Hidung, Bagaimana Cara Mereka Bernapas?
Ada berbagai ritual di seluruh dunia yang datang dari kebiasaan masyarakat sebelumnya.
Meski kedengarannya saat ini tradisi tersebut dipandang 'aneh', ada suatu tujuan dari kebiasaan tersebut pada awal penerapannya.
• Putus Sama Pacar Bulenya Nikita Mirzani Malah Punya Gebetan Baru Billy Syahputra Bongkar Rahasia
• Intip Yuk! Ramalan Zodiak Cinta Kamis 14 November 2019 Virgo Patah Hati Scorpio Salah Langkah
• Taman Wisata Alam Menipo Potensi Wisata Baru Pulau Timor, Ayo ke Menipo!
Misalnya saja tradisi sumbat hidung yang dilakukan oleh wanita suku Apatani yang menghuni salah satu sudut India.
Melansir The Vintage News, di tanah mereka, Dataran Tinggi Apatani, suku Apatani mencari nafkah dengan bertani dan memancing.
Mereka mengikuti kepercayaan animistik yang dikenal sebagai Donyi-Polo, di mana Donyi berarti Matahari dan Polo Bulan - kekuatan yang saling berlawanan tetapi saling melengkapi, mirip dengan yin dan yang.
Ini adalah kepercayaan umum dari suku Sino-Tibet kuno di negara bagian India Arunachal Pradesh.
Tradisi kuno ini diamati hingga tahun 1970-an ketika pemerintah mulai memberlakukan larangan sumbat hidung.
Lalu apa alasan wanita suku Apatani menyumbat hidung dan mentato wajah mereka?
Saat ini hanya generasi terakhir dari wanita yang lebih tua dari suku Apatani yang memiliki sumbat hidung dan tato wajah, mereka seolah menjadi bukti praktik budaya yang tercatat.
Melansir dari The Vintage News, tindakan itu digunakan untuk membuat mereka lebih jelek dan tak menarik.
Para wanita di suku itu disebut sangat cantik dan mereka sering diculik oleh suku tetangga di masa lalu.
Untuk mencegah hal ini terjadi, para tetua desa mengusulkan agar setiap wanita memasukkan sumbat hidung dan juga memiliki tato wajah untuk membuat mereka kurang menarik bagi para penyerang.
Sehingga pada awalnya praktik ini dimulai sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi para wanita dari penculikan, tetapi itu tumbuh menjadi bagian penting dari budaya dan tradisi Apatani.