Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas

Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas

pos kupang.com
Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas 

Hari pertama para editor sudah disambut dengan data hasil survey yang dilakukan oleh  Ardhanary Insitute dan juga beberapa pihak lain mengenai pemberitaan hak kesehatan seksual dan reproduksi remaja ragam identitas di beberapa media baik cetak maupun media online.

Yekthi Hesthi Murthi selaku peneliti membeberkan beberapa data yang cukup mengejutkan.

Survey yang mereka lakukan selama Oktober hingga Desember 2017 menunjukan tone positif dalam artian media memberitaklan tanpa justifikasi atau penghakiman pada korban atau pelaku yang menjadi subjek atau objek berita.

Media yang menjadi sampel riset ini meliputi Balipost, Timor Express, Koran Tempo, Wartakota, poskotanews.com, republika.co.id, detik.com, lampungpost.co dan suaramerdeka.com.

Pelatihan Editor dan Jurnalis Isu HKSR
Pelatihan Editor dan Jurnalis Isu HKSR (pos kupang.com)

Tetapi pemberitaan media terkait isu HKSR ini tidak cukup signifikan dibandingkan dengan jumlah berita yang diproduksi setiap hari. Misalnya detik.com pada Oktober hingga Desember 2017 range berita yang diperoduksi media ini mencapai 200 hingga 400 berita per hari Sedangkan detik.com sendiri selama tiga bulan masa riset menurunkan 67 berita isu HKSR remaja ragam identitas artinya tidak setiap berita dengan isu ini diturunkan begitupun dengan media cetak.

Menurut Hesthi berdasarkan survey tersebut menunjukan tidak ada perhatian khusus media pada isu HKSR. ''Sumber berita rata-rata berasal dari peristiwa baik yang cetak maupun online.

Istana Bereaksi Keras, Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri di Medan, Begini Pernyataan Tegas Jokowi

Cewek Cantik Ini Bikin Geram ISIS, Usai Bunuh 100 Anggota ISIS, Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar

FAKTA TERBARU Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Begini Pengakuan Saksi dan Reaksi GoJek

Kemudian dalam pemberitaan domain itu remaja menjadi korban terutama korban pencabuland an pemerkosaan.

Selain itu dari data ini kita bisa lihat bahwa remaja mendapat perhatian penting dalam pemberitaan hanya saja ketika dilihat lebih dalam tidak ada ruang yang luas bagi remaja untuk menyampaikan pendapatnya,'' ujar Hesthi.

Selain itu Hesthi juga menekankan masih banyak tulisan yang melanggar kode etik yang masih bersifat penghakiman pada remaja ragam identitas. ''Di berita itu kita bisa lihat identitas remaja itu dibuka dan akhirnya berpotensi untuk memperkuat stigma negatif tentang remaja,'' lanjutnya.

HKSR Remaja Ragam Identitas dan Pentingnya Peran Media

Halaman
1234
Penulis: Maria Enotoda
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved