Gelar Konser di Kupang Jodie Disambut OMK dan Umat St. Fransiskus Xaverius Naimata

Jodie yang saat itu tampil mengenakan dress hijau lumut terlihat riang bercengkerama dan berselfie ria dengan OMK dan umat.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Bianca Jodie saat tiba di Bandara El Tari Kupang disambut OMK dan sejumlah umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Kupang, Minggu (11/11/2019). 

Menurutnya, segala persiapan menjelang konser sudah dipersiapkan dengan matang. Ia katakan, besok pagi atau siang sebelum konser, Jodie akan berkunjung ke Kantor Pos Kupang.

Kisah Unik Berdirinya Lahirnya Stasi Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata

Perjalanan iman umat dan pembagunan di stasi ini terbilang unik. Pasalnya penggagas lahirnya gereja tersebut bukan orang Katolik. Pertumbuhannya pun perlahan namun pasti.

Domikus yang ditemui POS-KUPANG.COM di Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata, beberapa waktu lalu mengisahkan tonggak lahirnya Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata dimulai pada tahun 1947.

Dikisahnkanya, ada seorang pedagang kayu bernama, Barnabas Bois (Almarhum) Nabas, sapaan akrab Barnabas bersama keluarga menetap di Naimata. Sebagai pedagang kayu Barnabas punya banyak kenalan termasuk kalangan tokoh agama, tidak terkecuali para tokoh agama Katolik yakni Pastor, biarawan-biarawati.

Suatu hari Barnabas bertemu dengan seorang Pastor yang berasal dari Belanda di Keuskupan Agung Kupang. Barnabas tertarik melihat sebuah Rosario yang dikenakan oleh Pastor itu. Tanpa ragu Barnabas meminta Rosario tersebut dan Pastor memberikan dengan senang hati.

Pengalaman kecil itu mengubah hidup Barnabas. Ia lebih intens berkomunikasi dengan para Pastor untuk belajar ajaran agama Katolik. Tidak sampai di situ, Ia pun lalu mengajar keluarganya dan orang-orang di sekitarnya di Naimata.

"Berkat ketekunannya dalam mengajar dan berdoa, Barnabas mendapat karunia menyembuhkan orang sakit. Pengalaman itu semakin membuat Bernabas yakin bahwa dia sedang berjalan di jalan yang benar untuk mencapai keselamatan," kata Domikus.

Bersama umat setempat Barnabas berjuang mendirikan gereja, yang kemudian diberi nama Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Kupang. Awalnya gereja ini hanya disusun dari batu-batu tanpa semen dan beratap daun lontar, namun semangat umat untuk melaksanakan doa dan mengikuti perayaan Misa tidak surut.

Cerita tentang Nabas pun turun-temurun diwariskan kepada umat Stasi Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata. Nabas dikenal sebagai seorang yang giat mengajar ajaran agama Katolik, tokoh masyarakat dan penyembuh orang sakit.

Perjalanan Nabas membina iman umat tidak selalu mulus, banyak tantangan. Bahkan, kata Dominikus Nabas pernah diancam bunuh. "Jadi kalau dia mau mengajar biasanya ada keluarga yang mengawal beliau. Ada banyak tantangan yang ia hadapi namun ia tetap teguh," kata Domikus.

Umat Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata Saat Ini

Tonggak sejarah bertumbuhnya iman umat dan berdirinya Gereja St. Fransiskus Xaverius Naimata Kupang bukan cerita usang tanpa makna.

"Sampai saat ini kita akan sulit memahami bagaimana peristiwa kecil yang dialami oleh Barnabas membawa dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan iman umat. Di situlah kita mengimani bahwa Allah sungguh berkarya," ungkap Dominikus.

Dominikus sendiri sulit membayangkan, bagaimana seorang pedagang kayu tanpa latar belakang pendidikan cukup, apalagi soal agama, mampu mengajar dan membuat Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Kupang bertumbuh.

Renungan Harian Kristen Minggu 10 November 2019 Bersih Adalah Pujian Terbesar Bagi Tuhan

SMA Frateran Ndao Juara Lomba Pidato BINDO SMA/SMK Se-NTT

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved