Di Adonara, Proyek 500 Juta Gagal, Warga Menjerit Minta Air Minum
Di Adonara Flores Timur proyek Rp 500 juta gagal, warga menjerit minta Air Minum
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Di Adonara Flores Timur proyek Rp 500 juta gagal, warga menjerit minta Air Minum
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Hamidah Hingi (60) merupakan satu di antara puluhan ibu rumah tangga di Dusun Waiwoten, Desa Lewobele, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur yang hingga saat ini tak bisa mendapatkan air minum gratis.
Padahal Desa Lewobele berada di wilayah subur pegunungan Bukit Saburi yang memiliki banyak mata air di sekitarnya.
• Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan, Fitur-fitur Baru Perkaya Aplikasi AXISnet
Hamidah mengaku setiap hari ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli air minum sebanyak 35 liter.
Jika dikalkulasikan, setiap bulan Hamida harus mengeluarkan uang senilai Rp 900 ribu hanya untuk air minum. Sementara penghasilannya tak seberapa.
"Saya ini ibu rumah tangga yang setiap hari kerjanya serabutan di ladang milik orang lain. Tapi satu bulan saya harus mengeluarkan uang sebanyak itu. Belum untuk kebutuhan lain, mau dapat uang dari mana," keluh Hamidah saat ditemui Pos Kupang.
• Wakapolda NTT Minta Anggota Amankan Sidang Raya PGI Ke-XVII Dengan Baik
Ibu rumah tangga lainnya, Harfan Barek (65) mengungkapkan, kebutuhan air bersih akan meningkat lagi bagi yang memiliki banyak anggota keluarga.
"Kalau keluarga besar pengeluarannya bisa mencapai Rp 100 ribu per hari. Dalam sebulan bisa Rp 3 juta. Ini sangat-sangat menyulitkan," sebut Harfan.
Sementara untuk mandi dan cuci, kata Harfan, warga memperolehnya dari sumber mata air di Dusun Tanah Puken yang letaknya berada di titik yang paling rendah dari Dusun Waiwoten.
"Jaraknya sekitar 1 Kilometer lebih dan kami harus mendaki."
Warga dapat menghemat pengeluaran untuk air minum saat musim hujan kalau ada fiber atau bak penampung. Namun akses air bersih tetaplah sulit.
Derita Hamida, Harfan dan seluruh warga di Dusun Waiwoten ini sedikit terobati setelah ada kabar gembira, pada pertengahan 2012 silam, Pemerintah Kabupaten Flores Timur membangun jaringan pipa air minum dari sumber mata air di wilayah Kebang, Kecamatan Adonara Barat.
Namun apa daya, setelah instalasi pipa terpasang dan bak reservoir dibangun, hingga detik ini air minum ini tidak kunjung tiba.
Mereka sangat berharap pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat mengatasi persoalan yang mereka hadapi ini.
Proyek Gagal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/di-adonara-proyek-500-juta-gagal-warga-menjerit-minta-air-minum.jpg)