Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mardi Wiyata Wilayah Flores Ujian Dinas

Sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan Mardi Wiyata wilayah Flores ujian dinas

Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mardi Wiyata Wilayah Flores Ujian Dinas
POS-KUPANG.COM/Foto yayasan mardi wiyata malang
Ketua Yayasan Mardi Wiyata Pusat, Frater M. Polikarpus, BHK, (kemeja coklat) bersama peserta ujian dinas, pendidik dan tenaga kependidikan di Larantuka, Pulau Flores, Jumat-Minggu (1-3/11/2019). 

Sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan Mardi Wiyata wilayah Flores ujian dinas

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Sejumlah 59 orang tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah-sekolah frateran di Pulau Flores bernaung dibawah Yayasan Mardi Wiyata menjalani ujian dinas untuk meraih tiket menjadi guru dan pegawai tetap pada yayasan yang berpusat di Kota Malang,Jawa Timur.

Ketua Yayasan Mardi Wiyata Pusat, Frater M.Polikarpus,BHK, kepada pos-kupang.com, Rabu (6/11/2019) menjelaskan ujian dinas dilaksanakan di Frateran BHK-Emaus-Weri, Larantuka, 1-3 Nopember 2019.

Aparat TNI-Polri Sweeping di Jalur Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Ini Tujuannya

Peserta ujian berasal dari SMAK Frateran Podor, Larantuka 13 orang, SMAK Frateran Maumere (11), SMPK Frater Maumere (19 orang), SMAK Frateran Ndao-Ende (13 orang), dan SMPK Frateran Ndao Ende (3 orang).

"Ujian dinas dipusatkan pada lima wilayah karya yayasan di Indonesia yakni Palembang, Malang, Weetabula Sumba Barat Daya, Nunukan- Kalimantan Utara dan Larantuka untuk wilayah Flores," kata Frater Polikarpus.

Membanggakan, Dua Unit PLN di NTT Raih Sertifikat ISO

Frater Polikarpus mengatakan, setiap lembaga berwenang menetapkan, mengangkat dan memberdayakan pegawai sesuai peraturan yang berlaku. Ini sejalan Peraturan Pemerintah Nomor: 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pegawai Negeri Sipil.

Dijelaskannya, pokok-pokok kepegawaian Yayasan Mardi Wiyata telah mengatur pelaksanaan ujian dinas mengamanatkan ujian dinas dimaksudkan memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian, etika dan loyalitas pegawai Yayasan Mardi Wiyata. Selain pengetahuan dasar bidang tugas serta budaya organisasi agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai pegawai Yayasan Mardi Wiyata.

Pada hari pertama, peserta mengerjakan tes kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing, tes kemardiwiyataan dan Katolisitas.

Pada hari kedua dilaksanakan assesmen oleh tim independen dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Serva Minora Malang.

"Untuk mewujudkan pegawai yang punya kompetensi sesuai peraturan pokok- pokok kepegawaian Yayasan Mardi Wiyata. Seorang calon pegawai serta pegawai yang akan naik atau pindah golongan wajib mengikuti dan lulus ujian dinas sebagai syarat untuk dapat diangkat sebagai pegawai atau dinaikkan pangkatnya ke jenjang lebih tinggi.Standarisasi materi mulai dari keseluruhan aspek kurikulum yang meliputi rumusan kompetensi dan administrasi sesuai bidang tugas," kata Frater Polikarpus.

Para peserta ujian dinas, terdiri dari rekruitmen tenaga baru, tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang telah bekerja pada satuan-satuan pendidikan minimal dua tahun dan yang bersangkutan wajib mendapatkan rekomendasi dari kepala satuan pendidikan terkait dengan penilaian prestasi selama menjadi guru pegawai tidak tetap. Ujian Dinas tersebut diakhiri dengan interview perorangan antara ketua yayasan dengan peserta.

Kepala Sub Perwakilan Podor dan juga Kepala MAK Frateran Podor Larantuka, Frater M Sebastianus BHK, turut menyaksikan ujian dinas ini. (laporan reporter pos-kupang.com,eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved