Rabu, 22 April 2026

Berita Pendidikan

Wow! 1.750 Penari Kolosal Meriahkan Launching Pancawindu Unflor Ende

Unflor Ende melaunching Pancawindu kampus tersebut di Stadion Marilonga, Jumat (1/11/2019).

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Apolonia Matilde
Roamualdus Pius
launching pancawindu Unflor Ende berlangsung meriah. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Unflor Ende melaunching Pancawindu kampus tersebut di Stadion Marilonga, Jumat (1/11/2019).

Launching Pancawindu Unflor berlangsung meriah yang ditandai dengan penampilan 1.750 orang penari kolosal yang mengenakan sarung adat berbagai daerah di NTT.

Penekanan bel launching dilakukan Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing. Hadir Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad, Ketua DPRD Ende, Fransikus Taso, jajaran Muspida Kabupaten Ende, Rektor Unflor, Dr. Simon Sira Padji, dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores, Dr. Laurentius Gadi Djou.

Lawan Radikalisme Masuk Kampus, Ini Yang Dilakukan FKIP Unwira Kupang

Launching diawali dengan penampilan para penari caci dari Kabupaten Manggarai, atraksi Menwa Unflor, dan Komunitas Teater Mata.

Sebelumnya pada sore hari dilakukan parade budaya dengan mengambil star dari Jalan Soekarno Kota Ende dan berakhir di Stadion Marilonga.

Dipandu oleh Rikin Raja, selaku kereografi tampak penari dengan luwes membawakan berbagai gerakan tarian di bawah balutan sarung adat sehingga terlihat seakan ribuan kain adat yang sedang bergerak di lapangan.

Warga Indonesia Asal Manggarai NTT Jadi Pilot Pesawat Tempur AU Amerika Ini Nasib Warga Negaranya

Ketua Panitia, Ana Maria Gadi Djou, dalam laporannya, mengatakan, semangat Pancasila perlu dipahami sebagai kesadaran kolektif bangsa dan ungkapan tentang nasionalisme.

Untuk itu, katanya, diperlukan perubahan minset serta moral bangsa dalam memahami nilai-nilai budaya yang sesuai dengan perkembangan.

Hal tersebut, katanya, dapat dipahami sebagai jati diri bangsa, untuk mengisi 'rumah kita' dalam kerangka Negara Kesatuan Indonesia yang berdaulat, sejahtera dan berkeadilan sosial.

Menurut Ana Maria, perlu dilakukan kajian dari beragam budaya bangsa Indonesia sebagai jati diri bangsa.

Poltekes Kemenkes Kupang dan BNN Bersinergi, Ini Yang Dilakukan untuk Cegah dan Berantas Narkoba

Selain itu, katanya, pendidikan bangsa perlu diingatkan sebagai hakekat dan tujuan dari semangat Pancasila, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan daya saing bangsa dan terwujudnya kesejahteraan bangsa tanpa melupakan kebudayaan yang dimiliki.

Dikatakannya, peran serta alumni, mahasiswa Unflor dan masyarakat Kabupaten Ende pada umumnya sebagai kaum intelektual adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan melestarikan budaya.

"Untuk itulah dalam perayaan menyambut Pancawindu Unflor mengusung tema "Rumah Kita Universitas Flores : Membangun Kaum Intelektual dalam Semangat Pancasila, Merajut Persaudaraan Sebagai Mediator Budaya".

Tujuan kegiatan, katanya, untuk mendapatkan berbagai konsep strategis yang berkaitan dengan pemaknaan kembali semangat Pancasila dan budaya dalam menjawab tantangan globalisasi para kaum intelektual.

Selain itu, katanya, mempromosikan Unflor serta memupuk semangat kebersamaan di kalangan civitas akademika, alumni dan masyarakat luas dalam mempertahankan dan meningkatkan peran kampus sebagai mediator budaya serta mendukung dan mengembangkan bakat dan kreativitas para kaum intelektual di NTT.

FAKTA BARU Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci Bekerja di Rumah Anak Mantan Wagub Sumsel

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, yakni Kuliah Umum bersama pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, SH, MH,LL.M, dan Agus Adi Tetiro dengan tema 'Membangun Potensi Diri sebagai Mediator Budaya Mengawal Ideologi, Melawan Radikalisme, Pancasila dari Ende untuk Nusantara.

Selain itu, perayaan misa, sholat Jumat, dan ziarah pembukaan Launching Pancawindu Unflor, Parade budaya, Opening Ceremony dan Sports Activities Ema Gadi Djou Memorial Cup yang tepat diselenggarakan, Jumat (1/11/2019).

Dikatakannya, kerangka besar kegiatan menyambut Pancawindu Unflor dibagi dalam empat pilar kegiatan yakni: kerohanian, penalaran ilmiah, olaraga dan seni serta sosial kemasyarakatan.
Sedangkan, katanya, perayaan puncak Panca Windu Unflor akan berlangsung 19 Juli 2020. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved