Ribuan Nasabah Tertunda Akad Perumahan FLPP

masyarakat yang berpenghasilan hanya sekira Rp 2 jutaan, karena bila diajukan di perbankan maka tidak lolos.

Ribuan Nasabah Tertunda Akad Perumahan FLPP
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby dan Anggota REI sekaligus Devoloper Perumahan, Frits Bessie 

Ribuan Nasabah Tertunda Akad Perumahan FLPP

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kebutuhan akan rumah subsidi sangat banyak namun karena program pemerintah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini dibatasi, maka masyarakat NTT yang ingin memiliki rumah tapi tidak lolos persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Apalagi dengan adanya program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

"Memang asa bantuan dimuka Rp 40 juta tapi untuk mendapatkannya itu tidak gampang. Kita sudah menunggu sekitar 4 bulan ada dua hingga tiga nasabah tidak dapat pembiayaan karena aturannya terlalu terbelit-belit. Dan Satker yang ditempatkan dari Kementerian di NTT hanya satu orang untuk mengurus satu NTT. Ini masalah, karena masyarakat banyak yang bisa membayar dan punya kesempatan mendapatkan rumah, hanya dengan regulasi pemerintah yang cukup sulit masyarakat tidak bisa lolos dalam seleksi itu," kata Anggota REI sekaligus Devoloper Perumahan, Frits Bessie, di Kantor DPD REI NTT, Senin (4/11/2019).

Ia mengatakan pemerintah sudah menyediakan berbagai fasilitas. Namun dengan regulasi yang ditetapkan membuat masyarakat yang berpenghasilan hanya sekira Rp 2 jutaan, karena bila diajukan di perbankan maka tidak lolos.

"Sampai kami kesulitan membantu mereka. REI sudah berusaha untuk membantu konsumen misalnya membantu bayar pajak, bebaskan BPHTB," ujarnya.

Kades Babulu Selatan Jadi Tersangka, PMD Malaka Persiapkan Penjabat Kades

Duh, Mulan Jameela Tak Tahu Mitra Kerjanya di Komisi VII DPR RI Sampai Salah Datangi Undangan,Sibuk?

Kuota FLPP, tambah Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby sudah habis. Presiden sudah mengiyakan akan ada penambahan kuota FLPP 60 ribu unit di seluruh Indonesia 2019 ini. Di NTT kuota sudah habis sejak Agustus 2019 lalu, sehingga saat ini ada sekira 1.800 nasabah yang belum bisa melakukan akad karena kuota habis. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved