Kisah Kanis Lasar: Mantan Pecandu Ganja Berhenti Merokok Demi Anak dan Istri

Kisah Kanis Lasar: mantan pecandu ganja berhenti merokok demi anak dan istri

Kisah Kanis Lasar: Mantan Pecandu Ganja Berhenti Merokok Demi Anak dan Istri
ISTIMEWA
Kanis Lasar 

Kisah Kanis Lasar: mantan pecandu ganja berhenti merokok demi anak dan istri

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Ada hal menarik yang ditemukan pada saat pelaksanaan kegiatan menjelang Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata. Saat itu panitia membuka terapi gratis berhenti merokok bagi warga.

Salah satu yang memanfaatkan layanan terapi ini adalah Kanis Lasar (43). Kanis mengaku berhenti merokok demi anak dan istri.

Hypermart Bundaran PU Kupang Tawarkan Mesin Cuci Hanya Rp 1 Jutaan

Bukan itu saja, kira-kira satu dekade yang lalu Kanis juga sempat terperangkap dalam dunia narkoba sewaktu merantau di Malaysia dan sekarang dia sudah menjadi pecandu lagi.

"Sejak usia 17 tahun saya sudah merokok, walaupun tidak pemadat dan sampai saat ini sudah 35 tahun saya merokok. Momen hari ini menjadi momen yang sangat berharga dalam hidup saya. Kegiatan menyongsong HKN yakni Terapi Berhenti Merokok, saya benar-benar sadar, bahwa merokok sangat merugikan diri sendiri dan keluarga," ungkap Kanis saat kegiatan menjelang Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang Ke-55 tingkat Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata, Jumat (31/10/2019).

Penertiban Tambang di Babel Anarkis, Dompet Petugas Dirampas, Massa Acungkan Senjata Tajam

"Setelah terapi dan mencoba untuk merokok lagi, saya merasa mual dan ingin muntah," ungkapnya tersenyum.

Selain punya keinginan untuk berhenti, Kanis juga mengatakan bahwa dari segi ekonomi ada banyak keuntungan yang dia dapatkan.

"Sehari saya bisa menghabiskan satu bungkus, tetapi kalau duduk dengan teman berarti lebih dari satu bungkus. Apalagi kita ini kan banyak teman, maka kita juga saling berbagi."

Soal Narkoba, mantan buruh migran di Negeri Jiran Malaysia berkisah kalau dirinya sudah mengenal ganja sejak tahun 2005.

"Awalnya dikenalkan oleh teman dan hanya iseng-iseng saja. Tetapi karena tuntutan pekerjaan dan pergaulan maka saya juga menjadi pengguna aktif. Saya menggunakan barang haram ini selama 3 tahun. Jika barang itu habis atau tidak ada, saya duduk tidak ada semangat kerja atau orang bilang duduk 'muka bodoh'. Pada saat itu banyak uang yang saya gunakan untuk membeli obatnya. Dan memang penghasilan saya juga lumayan, tetapi tidak untuk kepentingan keluarga melainkan kesenangan pribadi saya. Di tahun ketiga saya merasa bersalah pada istri dan anak, akhirnya pelan-pelan saya tinggalkan barang haram ini. Hanya rokok saya masih nikmati sampai tadi pagi," imbuhnya.

Selain berhenti mengkonsumsi barang haram itu, Kanis juga menyibukkan diri dengan mengembangkan talenta yang Tuhan berikan.

Dengan suara yang merdu dia mengisi waktu dengan bermain organ dan bernyanyi bersama anak-anak. Ada beberapa lagu yang sudah dia telurkan, dan diunggah di Youtobe.

Menurutnya, bernyanyi merupakan salah satu bentuk penyaluran bakat untuk memerangi narkoba.

"Ini sebuah kejutan dan hadiah buat istri dan anak-anak saya. Jatah uang rokok akan saya berikan pada istri untuk kebutuhan di rumah dan ditabung demi mempersiapkan masa depan anak. Mereka sudah besar dan mereka butuh uang untuk melanjutkan pendidikan dalam menggapai cita-cita mereka," sebutnya ketika ditanya apakah istrinya sudah tahu akan niat untuk berhenti merokok. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved