Semen Langka di Lembata, Pembangunan Terhambat

Bidang Cipta Karya dan tata ruang Rp8,4 M untuk jalan dan air. Untuk jalan saja Rp5 M, atau hanya 1 km lebih, dan talud lanjutan seniai 5,9 M.

Semen Langka di Lembata, Pembangunan Terhambat
POS KUPANG/RICKO WAWO
Warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan kelangkaan semen selama dua bulan terakhir. Warga Lembata kesulitan mendapatkan semen. Akibat kelangkaan semen selama ini, sejumlah proyek pemerintah baik bangunan gedung maupun jalan jadi terhambat. Salah satu proyek pengerjaan fisik tanggul penahan abrasi Bandara Wunopito Lembata. Gambar diabadikan belum lama ini. Area lampiran 

Semen Langka di Lembata, Pembangunan Terhambat

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA--Warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan kelangkaan semen selama dua bulan terakhir. Warga Lembata kesulitan mendapatkan semen. Tak hanya itu saja.
Akibat kelangkaan semen selama ini, sejumlah proyek pemerintah baik bangunan gedung maupun jalan jadi terhambat.

Pantauan Pos Kupang, pada Kamis (31/10/2019), sejumlah supplier semen di dalam kota Lewoleba mengakui kalau stok semen habis.

“Kalau mau beli secara pribadi harus di bawah 5 sak,” ujar Kristo, salah seorang supplier semen di Kota Lewoleba. Hal serupa juga dijumpai di tiga pemasok semen lainnya. Rata-rata mereka mengaku alasan semen langka adalah karena ada masalah pada produksi semen akibat kelangkaan bahan baku.

Warga yang ditemui saat mencari semen pun mengaku kecewa dengan kelangkaan semen yang terjadi di Lembata selama ini.

Di lain pihak, kelangkan semen di Lembata, Nusa Tenggara Timur mulai menghambat pekerjaan proyek pemerintah.

Sejumlah proyek bangunan, seperti bantuan perumahan maupun jalan terutama pekerjaan rigid jalan, baik jalan utama hingga jalan lingkungan yang menggunakan bahan baku semen, kini terhambat.

Padahal rata-rata penyedia jasa pekerjaan proyek pemerintah mengakhiri kontrak kerja hingga akhir bulan November nanti.

Kepala Dinas Pekerjaan umum Kabupaten Lembata, Paskal Tapobali, mengingatkan para penyedia jasa pekerjaan proyek pemerintah wajib mengantongi dokumen berupa surat pernyataan atau keterangan bahwa semen terkendala di produksi, sehingga distribusi ke daerah terkendala, termasuk ke Lembata.

Dasar dari itu, PPK bisa memberikan kompensasi berupa pemberian addendum waktu penyelesaian pekerjaan sampai ada pasokan semen. Tanpa dokumen itu, penyedia jasa proyek pemerintah dapat terkena denda. Sementara kelangkaan semen terjadi di luar kendali.

Menurut Paskal, Dinas pekerjaan Umum, pekerjaan utama jalan sekarang itu Rigid, sementara posisi saat ini Lembata ketiadaan semen sudah Lebih dari sebulan.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved