Pemkab Manggarai Timur Bantu Pemulangan TKW Yang Menjadi Korban Kekerasan

Sekda Manggarai Timur (Matim), Ir.Boni Hasudungan menegaskan, Pemkab Matim akan membantu proses pemulangan tenaga kerja wanita (TKW) asal

Pemkab Manggarai Timur Bantu Pemulangan TKW Yang Menjadi Korban Kekerasan
Pos Kupang.com/Aris Ninu
Sekda Matim, Ir. Boni Hasudungan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Sekda Manggarai Timur (Matim), Ir.Boni Hasudungan menegaskan, Pemkab Matim akan membantu proses pemulangan tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Matim yang menjadi korban kekerasan di Jakarta.

Penegasan Sekda Boni ini disampaikan di Borong saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/10/2019) siang.

Ia menjelaskan, dirinya sudah tahu peristiwa yang dialami Afra Ambol dan telah memerintahkan Kepala Dinas Nakertrans untuk segera membantu menangani masalah yang dialami Afra.

“Keluarga menginginkan korban cepat kembali ke Matim. Saya sudah minta Dinas Nakertrans segera tangani masalah ini dan bisa mengunjungi korban di Jakarta guna memberikan bantuan kepulangan korban. Pemkab Matim akan membantu dari dana bantuan sosial (Bansos),” tegas Sekda Boni.

Sekda mengungkapkan, pihaknya prihatin dengan peristiwa yang dialami Afra.

"Yang jelas pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan tetap memenuhi kewajibannya terhadap korban. Kabar yang didapat saat ini, korban masih dalam pendampingan dan masih diperlukan untuk memberikan keterangan kepada penegak hukum," ujar Sekda Boni.

Breaking News : Polsek Miotim Grebek Judi di Desa Bitefa TTU

Sebelumnya, Tenaga Kerja Wanita (TKW), Afra Burga Ambol, asal Manggarai Timur (Matim) menjadi korban kekerasan fisik oleh majikanya di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Afra Ambol adalah Gurung, Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Matim.

Afra yang diduga menjadi korban kekerasan majikan sempat dirawat di Rumah Sakit Cengkareng, Jakarta.

Afra mengalami luka di kepala dan tubuhnya. Kini sedang istirahat di tempat tinggal sahabatnya di Jakarta.

Kasus kekerasan itu kini sudah ditangani pihak Kepolisian setempat.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved