Disperindag NTT Gelar Sosialisasi Pergub Nomor 44 Tahun 2019 di TTU

Pihak Disperindag NTT Gelar Sosialisasi Pergub Nomor 44 Tahun 2019 di Kabupaten TTU

Disperindag NTT Gelar Sosialisasi Pergub Nomor 44 Tahun 2019 di TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Asisten II Setda TTU, Robertus Nahas saat sedang memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi pergub nomor 44 Tahun 2019 di Aula Hotel Ariesta, Selasa (29/10/2019). 

Pihak Disperindag NTT Gelar Sosialisasi Pergub Nomor 44 Tahun 2019 di Kabupaten TTU

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) menggelar sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2019 tentang Pemurnian dan Tata Kelola Minuman Tradisional Beralkohol khas NTT.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Ariesta, Selasa (29/10/2019) pagi.

Mau Tahu Motor Pintar yang Dirancang Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Simak Beritannya

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Kabupaten TTU, Robertus Nahas, Kepala Diperindag Kabupaten TTU, Maximus Akoit, Sekretaris Disperindag Provinsi NTT, Clementino C. Branco, Ketua DPRD TTU, Hendrikus F Bana.

Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi tersebut yakni pemateri dari Undana Kupang, dan Polres TTU, dan para pedagang dan pelaku usaha lainnya.

Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Kupang Dilantik Pagi Ini

Sekretaris Disperindag NTT, Clementino C. Branco mengatakan, kegiatan sosialisasi pegub tersebut dilakukan supaya mempublikasikan peraturan tersebut kepada seluruh masyarakat dan stakeholder yang lainnya.

"Dan tujuan sosialisasi ini juga supaya mengangkat potensi dan sumber daya yang ada sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi pendapatan keluarga dan juga pendapatan dari daerah kita," ujarnya.

Clementino mengatakan, dengan dilakukannya sosialisasi terhadap pergub tersebut, maka nantinya minuman keras tradisional dapat menjadi minuman yang berkualitas dengan nilai jual yang lebih baik dari semula.

"Sehingga kemudian nanti berdampak pada ekonomi masyarakat," ujarnya.

Clementino juga berharap adanya komitmen pemerintah Kabupaten TTU supaya dapat mendukung pergub tersebut sehingga dapat ditindaklanjuti dengan peraturan bupati.

"Dengan demikian, bisa singkron antara pergub dan perbup. Jadi nanti ada masukan hasil dari pihak produsen maka tidak akan ada lagi larangan atau penahanan," terangnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.OM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved