News
Miris, LKP Anugerah Anak Sumba Merilis 70 Anak Sumba Timur Menjadi Korban Kekerasan
Kasus kekerasan terhadap anak di bawa umur di Sumba Timur terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini tercatat 70 orang anak menjadi korban
Penulis: Robert Ropo | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo
POS KUPANG, COM, WAINGAPU - Kasus kekerasan terhadap anak di bawa umur di Sumba Timur terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini tercatat 70 orang anak di daerah itu menjadi korban.
Pimpinan Lembaga Khusus dan Pelatihan (LKP) Anugerah Anak Sumba, Hotmaida Pangaribuan, menyampaikan hal ini
di sela-sela Temu Penguatan Anak dan Keluarga bagi AMPK di Luar BRS-AMPK Naibonat Tahun 2019 di Kantor LKP Anugerah Anak Sumba, Kampung Baru Waingapu, Kamis (24/10/2019).
Hotmaida merincikan, dari 70 anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan, sekitar 42 anak mengalami kekerasan seksual, HIV/AIDS 21 anak dan bayi sekitar tujuh anak.
Hotmaida mengaku sangat prihatin atas kasus yang terjadi sehingga lembaganya terus memberikan penguatan dan pendampingan terhadap korban maupun orangtua.
"Kami bentuk satu tim beranggotakan tujuh orang. Setiap anggota mendampingi sekitar 10 orang anak dan orangtuanya. Korban yang berusia remaja kita dampingi dengan memberikan kursus-kursus keahlian seperti komputer dan bahasa Inggris.
Kita pulihkan kondisi untuk masa depan mereka," jelas Hotmaida.
Sekretaris Dinas Sosial Sumba Timur, Kristo Umbu Nd Njurumana, mengatakan, kekerasan terhadap anak di bawah umur selalu terjadi karena masih kurangnya pengawasan orangtua, selain karena lingkungan.
Kristo meminta agar pengawasan orangtua ditingkatkan lagi sehingga apa yang dilakukan pemerintah, gereja serta LSM dapat menekan terjadinya kasus kekerasan anak di bawah umur.
Kepala Seksi Asisement dan Advokasi Sosial Balai Rehabitasi Sosial, Martin Selan, menyebut data kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, khusus di Sumba Timur, diperkirakan lebih dari 70 kasus sampai saat ini.
Martin mengaku terus membangun kerja sama dengan Pemda Sumba Timur, dalam hal ini Dinas Sosial serta LSM mitra pemerintah untuk melakukan pendampingan pemulihan terhadap para korban.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan anak-anak dan orangtua di sekitar Kota Waingapu berjumlah 52 orang. *