BPNT Dilaunching, Bupati Kupang Ingatkan Penerima Manfaat Jangan Beli Miras dan Rokok
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang secara resmi melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tingkat Kabupaten Kupang.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
BPNT Dilaunching, Bupati Kupang Ingatkan Penerima Manfaat Jangan Beli Miras dan Rokok
POS-KUPANG.COM I NOELBAKI---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang secara resmi melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tingkat Kabupaten Kupang.
BPNT yang penyalurannya melalui Bank BRI bekerjasama dengan Bulog Divre NTT ini, guna menekan aspek konsumtif dan mendorong warga untuk cinta menabung. Dengan nilai penyaluran Rp110.000 per bulan melalui sistem elektronif E-Warong diharapkan uang itu tidak untuk membeli minuman keras (miras) dan rokok.
Peringatan ini disampaikan Bupati Kupang, Korinus Masneno dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kupang, Jemmy Ully,S.Sos, pada launching BPNT di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Selasa (29/10/2019).
Menurut Bupati Korinus, BPNT ini sesungguhnya
dereformasi bertahap dalam hal penyaluran rastra. Selama ini sudah dilakukan di beberapa provinsi yang dari segi persyaratan telah terpenuhi. Namun, seiring perjalanan waktu, Kemensos sejak September 2019 mewajibkan teknia penyaluran beras sejahtera bukan fisik tapi non tunai.
"Ini dimaksudkan untuk memberikan saluran lebih luas melalui bank guna menekan aspek konsumtif dan menciptakan warga cinta menabung. Adapun nilai BPNT Rp110.000 per bulan melalui sistem elektronif menggunakan sistem E - Warong," jelasnya.
Dikatakan, polanya nanti penerima manfaat dari non tunai itu berbelanja di Waroeng yang sudah ditunjuk yang telah menjalin kerjasama dengan BRI juga Bulog.
"Penyaluran uang melalui BRI sedangkan bulog bekerjasama dengan e -warong. Manfaatnya untuk peningkatan ketahanan pangan di keluarga juga menekan kemiskinan. Ini gerakan non tunai jadi belanja beras dan telur bukan lain-lain," tegasnya.
Menurut Bupati Korinus, penerima manfaat untuk Kabupaten Kupang tahun 2019 diberikan 30.556 keluarga, sementara jatah penerima harusnya 31.995 sehingga masih kekurangan 1.459. Kekurangan ini harus diusulkan melalui Kemensos untuk diakomodir.
Bupati Korinus memberikan catatan penting dan wajib diketahui camat, lurah, kepala desa. Kepada warga agar membelanjakan beras atau telur jangan membeli miras atau rokok bahkan kebutuhan lain.
Pemilik e -warung supaya penyedia barang yang akan dibeli keluarga agar memberikan pelayanan yang baik dan barang yang disiapkan bermutu dan dapat terjangkau.
"Kepada BRI supaya fasilitasi dana bansos itu dengan memberikan penjelasan soal pemanfaatan elektronik sehingga dapat diakses dengan baik.
Untuk Bulog sebagai mitra penyedia agar siapkan sesuai jumlah dan mutu dengan memperhatikan harga yang terjangkau sesuai ketentuan," ujar Korinus.
Khusus bagi Camat dan tenaga pendamping, para kades/lurah agar mengawasi pendistribusian kepada yang berhak menerima. Kepada kepala dinas Sosial diharapkan membangun koordinasi dengan semua pihak agar pelaksanaan bantuan diwujudkan dengan baik dan tepat sasaran.
Buatkan laporan tepat waktu sebagai bentuk pertanggungjawaban pemda ke kemensos sesuai ketentuan yang berlaku.
• Sumba Timur Jatah 97 Kuota CPNSD Tahun 2019, Lupe : Itu Berdasarkan Kebutuhan
• Rezky Aditya & Citra Kirana Dikabarkan Gelar Resepsi Pernikahan di Dua Kota, Begini Kata Sang Kakak!
"Saya ingatkan juga bahwa pelaksanaan bansos dipantau polisi karena ada MoU dengan Kemensos. Untuk itu yang yang terlibat didalamnya harus dilaksanakan sesuai juknis. Jika tidak sesuai dan merugikan maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tambanya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perwakilan-penerima-bpnt-tingkat-kabupaten-kupang.jpg)