Ditunding Mencuri Cincin, Wanita di Malaka Diikat dan Dianiaya. Begini Kronologisnya

Siregar belum memastikan pelaku penganiayaan itu adalah kepala Desa Babulu Selatan karena masih dalam tahap penyelidikan.

Ditunding Mencuri Cincin, Wanita di Malaka Diikat dan Dianiaya. Begini Kronologisnya
KOMPAS.com/deeepblue
Ilustrasi kekerasan 

Ditunding Mencuri Cincin, Wanita di Malaka Diikat dan Dianiaya, Begini Kronologisnya

POS-KUPANG.COM| BETUN----Novidina Baru, warga Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT diikat dengan tali lalu dianiaya secara keji di rumah posyandu, Kamis (17/10/2019).

Diduga, pelaku penganiayaan wanita kelahiran 17 November 2003 itu adalah Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau.

Paman korban, Trison Koli yang dihubungi Pos Kupang.Com, Minggu (27/10/2019) malam menuturkan,
Novidina Baru ditunding mencuri cicin di rumah Marince Molin sehingga dianiaya oleh Kepala Desa Babulu Selatan secara keji dan tidak manusiawi.

Menurut Trison, tanggal 16 Oktober 2019, Novidina Baru dituduh mencuri cincin di rumah Marince Molin.

Jarak rumah Novidina dengan Marince diperkirakan 20 meter. Saat itu, Marince punya kakak berteriak bahwa Novidina mencuri cicinnya.

Lalu kepala dusun Margareta Hoar mengeledah di tubuh Novidina namun tidak ditemukan barang bukti seperti yang ditunding kepada Novi. Kepala dusun sempat memukul Novidina.

Masalah tidak berakhir sampai disitu. Keesokan harinya, kepala dusun memanggil pamong desa dan kepala desa untuk menceritakan kejadian awalnya.

Setelah mendapat laporan, kepala desa bersama aparat desa membawa Novidina ke rumah Marince.

Di dalam rumah itu, Novidina sempat disetrom pakai listrik. Mereka mengisi air dalam ember dan tangan Novidina dimasukan dalam air, lalu kabel listrik dimasukan dalam air sehingga Novidina terkena setrom listrik.

Halaman
123
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved