Tenun Malaka Siap Mendapat Hak Paten

Tenun tradisional Kabupaten Malaka dipersiapkan untuk mendapatkan hak paten produk. Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi

Tenun Malaka Siap Mendapat Hak Paten
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
SOSIALISASI---Sosialisasi Pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) tenun tradisional Kabupaten Malaka di Hotel Ramayana, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN----Tenun tradisional Kabupaten Malaka dipersiapkan untuk mendapatkan hak paten produk.

Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT sedang melakukan sosialisasi Pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) sebagai prasyarat awal untuk mendapatkan hak paten produk.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Hotel Ramayana, Jumat (25/10/2019). Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT bekerja sama dengan Dinas Perindustrian UKM dan Koperasi Kabupaten Malaka.

Hadir dalam kegiatan itu, pejabat dari
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Maria Asbanu, Kepala Devisi Hukum dan HAM pada Kanwil Hukum dan Ham NTT, Mersiana Jone dan Sekretaris Dekranasda Provinsi NTT. Hadir pula Kepala Dinas Dinas Perindustrian, UKM dan Koperasi Kabupaten Malaka, Stefanus Klau. Kegiatan dibuka Bupati Malaka yang diwakili Asisten III Setda Malaka, Yosep Parera.

Seorang Kepala Bidang dan Pegawai Honorer di Kupang Selingkuh, Pasrah Digelandang ke Kantor Polisi

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yoseph Parera mengatakan, pemerintah menyambut baik kegiatan sosialisasi pembentukan MPIG karena hal itu merupakan langka awal untuk mendapatkan hak paten tenun tradisional Malaka.

Menurut Bupati Stef, pembentukan kelompok MPIG tenun tradisional merupakan upaya melestarikan dan mempromosikan produk-produk tenun ikat sebagai karya seni budaya bernilai tinggi. Produk-produk asli para pengrajin tenun yang memiliki kekhasan dan keunikan berdasarkan geogafis ini perlu diupayakan peningkatan daya saing produk bersertifikat sehingga dapat memberi dampak pada peningkatan harga jual produk. Dampak ikutan adalah peningkatan penghasilan masyarakat penenun dan pelaku usaha kreatif di Kabupaten Malaka.

Menurut Bupati Stef, legalitas motif tenun tradsional sangat penting oleh karena itu perlu diberikan hak paten terhadap corak dan motif tenun ikat di Kabupaten Malaka. Kemudian, terbentuknya kelompok MPIG tenun tradisonal Kabupaten Malaka yang dapat terdaftar di dokumen MPIG pada kementerian Hukum dan HAM RI. (jen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved