Sedih, Nenek Berusia 120 Tahun Harus Jalani Sisa Hidupnya di Tenda Darurat, Simak Kisahnya

Sedih, nenek berusia 120 tahun harus jalani sisa hidupnya di Tenda Darurat, simak kisahnya

Sedih, Nenek Berusia 120 Tahun Harus Jalani Sisa Hidupnya di Tenda Darurat, Simak Kisahnya
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Nenek Jaleha yang telah berusia 120 tahun duduk di dalam tenda di lokasi pengungsian di perbukitan desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (24/10/2019). 

Sedih, nenek berusia 120 tahun harus jalani sisa hidupnya di Tenda Darurat, simak kisahnya

POS-KUPANG.COM | AMBON - Nenek Jaleha Lessy terlihat masih tetap sehat meski di usianya yang tidak mudah lagi. Bersama keluarganya, nenek berusia 120 tahun ini ikut mengungsi ke perbukitan Rahaban, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, saat gempa magnitudo 6,8 menguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 27 September lalu.

Saat gempa terjadi, nenek Jaleha langsung dievakuasi oleh keluarganya menggunakan sepeda motor ke perbukitan desa tersebut.

Terharu Kisah Kakek Tobias di Koting Sikka, 20 Tahun Buta, Tinggal di Gubuk Tua Beralas Karpet Lusuh

Terhitung hampir sebulan lamanya, nenek Jaleha hidup di tenda darurat setelah gempa terjadi. Saat ditemui Kompas.com di lokasi pengunsgian, nenek Jaleha tampak sedang bercengkrama dengan beberapa orang cucunya.

"Umurnya sudah 120 tahun saat ini tapi pendengaran nenek masih bagus, nenek juga sangat sehat," kata Aliya Rehalat, salah satu keponakan nenek Jaleha kepada Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Aliya mengaku saat gempa terjadi, keluarga ikut membawa nenek Jaleha ke lokasi pengungsian. Untuk menjaga kesehatan nenek Jaleha, keluarga juga membawa bantal dan kasur ke lokasi pengungsian.

Pratikno Ungkap Alasan Jokowi Tak Jadi Rekrut Menteri Muda di Bawah 30 Tahun

"Saat ini nenek sudah punya ratusan cicit, banyak sekali," katanya.

Menurut Aliya, selama berada di lokasi pengungsian, keluarga sangat memperhatikan makanan untuk nenek Jaleha.

Tempat tidur nenek Jaleha pun dibuat khusus agar tidak kedinginan saat malam hari. "Yang jadi kendala sedikit untuk nenek itu hanya tempat shalat, kalau di kampung itu kan beda dengan di lokasi pengungsian," katanya.

Sementara itu, Nenek Jaleha yang diajak berbincang mengaku hanya bisa berdoa semoga cobaan ini segera berlalu dan dia serta keluarganya bisa hidup seperti dulu.

"Mudah-mudahan akang bae-bae sudah, (semua baik-baik lagi)," kata Jaleha. (Kompas.com/Rahmat Rahman Patty)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nenek Berusia 120 Tahun Harus Jalani Sisa Hidupnya di Tenda Darurat",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved