Jemaat Klasis Sumbawa Titip Ini Pada Ketua Sinode GMIT 

Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Sumbawa di Provinsi NTB menitipkan harapan agar ketua dan kepengurusan Sinode GMIT periode 2019-202

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua Majelis Klasis Pulau Sumbawa, Pdt Leo Takubessi (39) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Sumbawa di Provinsi NTB menitipkan harapan agar ketua dan kepengurusan Sinode GMIT periode 2019-2023 dapat menjadi pemersatu gereja yang mengayomi seluruh jemaat. 

Selain itu, ketua dan kepengurusan Sinode GMIT yang baru juga diharapkan menyelesaikan "pekerjaan rumah" (PR) untuk menjembatani kerjasama jemaat dengan pemerintah daerah di NTB. 

Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Klasis Pulau Sumbawa, Pdt Leo Takubessi (39) kepada POS-KUPANG.COM pada Selasa (22/10/2019). 

"Pertama-tama mereka (ketua dan pengurus GMIT) akan jadi pemersatu gereja karena mereka tokoh spiritual dan mereka adalah pemimpin yang harus mengayomi," ujar Pdt Takubessi.

Sinode GMIT XXXIV Tetapkan Ketua Baru, Ini Harapan Ketua Klasis Semau 

Kepengurusan Sinode yang baru, katanya, diharapkan dapat membawa GMIT menjadi lebih baik, yang juga menjadi garam dan terang dalam kehidupan sosial jemaat (masyarakat) baik di NTT maupun NTB serta wilayah lainnya. 

"Dengan berbagai perubahan dan keputusan gereja, GMIT harus dibawa lebih baik, menjadi garam dan terang yang punya andil dalam kehidupan sosial di Provinsi NTT dan NTB," ujar Pdt Takubessi. 

Sinode GMIT XXXIV Tetapkan Ketua Baru, Ini Harapan Ketua Klasis Alor 

"Kami butuh kerjasama dengan Pemda NTB, dan majelis masih punya PR tentang itu, jadi harus lebih intensif berkomunikasi dengan pemda untuk penguatan jemaat di sana," tambahnya. 

Ia mengatakan, bukan perkara mudah menjadi minoritas di tengah hidup yang heterogen di Provinsi NTB. Oleh karenanya, perkembangan umat harus selalu terus diperhatikan. 

"Kita minoritas Kristen, tetapi kita mau supaya meski sedikit tetapi peran di tengah masyarakat itu maksimal," katanya.

Ia menjelaskan, jemaat GMIT Klasis Sumbawa menghadapi berbagai persoalan yang pelik terutama soal intoleransi di kalangan akar rumput atau jemaat.  

"Di tataran pimpinan, hubungan dan toleransinya sudah bagus, tetapi pengalaman tentang intoleransi kita besar terutama di akar rumput seperti pendidikan agama kristen untuk anak anak yang akut, izin pendirian rumah ibadat yang sulit termasuk kegiatan ibadahnya," kata Pdt Takubessi 

"Kita berharap bisa dibuka sekat itu, kita sebagai minoritas, perhatian terkait fasilitas juga minim, sehingga kita coba untuk mandiri," ujarnya.

Persidangan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke XXXIV/2019 digelar Gereja GMIT Paulus Kupang sejak 15 Oktober hingga 22 Oktober 2019. Dalam pemilihan kepengurusan yang berlangsung di gedung kebaktian GMIT Paulus Kupang pada Selasa (22/10/2019), Pdt Dr Mery Kolimon terpilih sebagai ketua untuk periode 2019-2023. 

Pdt dr Mery Kolimon mengungguli Pdt Eben Nuban Timo yang diusung dalam pemilihan yang diikuti oleh 285 orang pemilik hak suara dari MSA dan 46 klasis di wilayah pelayanan GMIT. 

Terpilihnya Pdt dr Mery Kolimon untuk periode kedua melambungkan harapan jemaat untuk GMIT yang lebih baik.  (*)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved