Berita Lifestyle
Healthy: dr. Ferdinand Maubere: Mencegah Kanker dengan Pola Hidup Sehat
Apakah kanker dapat dicegah? Ya, secara umum kanker dapat dicegah melalui gaya hidup sehat.
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Apakah kanker dapat dicegah? Ya, secara umum kanker dapat dicegah melalui gaya hidup sehat, terutama bila dimulai sejak dini.
Menurut WHO (World Health Organization), antara 30-50% kanker dapat dicegah.
Dengan mengutamakan pola hidup sehat sejak dini, kita dapat mencegah kanker dari sekarang.
• RAMALAN ZODIAK Rabu 23 Oktober 2019, Scorpio Digosipin, Capricorn Ramah, Pisces Cuek
Berikut ini rangkumansaran dan rekomendasi pencegahan kanker dari WHO, World Cancer Reasearch Fund, Komite Penanggulangan Kanker Nasional, dan Yayasan Kanker Indonesia.
1. Berhentilah Merokok
Baik orang yang merokok, maupun orang yang secara tidak langsung terkena asap rokok (perokok pasif) memiliki resikomengidap kanker.
Rokok (juga termasuk di dalamnya tembakau kunyah) dapat menyebabkan kanker paru, esofagus, laring, mulut, tenggorokan, ginjal, kandung kemih, pankreas, lambung, dan kanker serviks pada perempuan.
2. Batasi Konsumsi Alkohol
Untuk mencegah kanker, sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol sama sekali, misalnya bir, wine, tuak, arak dan minuman lainnya yang mengandung alkohol di dalamnya.
• 16 Dokter Undana Kupang Dilantik dan Diambil Sumpahnya, Ini Nama Mereka
Konsumsi alkohol merupakan penyebab kanker mulut, faring, laring, esofagus (kerongkongan), liver, kolorektal (usus), payudara, dan lambung.
3. Jaga Berat Badan Ideal, Hindari Stress, dan Istirahat Cukup
Obesitas dan berat badan berlebih mengakibatkan tingginya komposisi lemak tubuhyang pada akhirnya dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, misalnya kanker esofagus, kolorektal, payudara, endometrium (rahim), ginjal, dan pankreas. Pastikan Anda memiliki berat badan ideal sejak usia muda dan masa anak-anak (18,5-24,9 pada Indeks Masa Tubuh).
Selain itu, Anda juga perlu menghindari stress psikis berlebihdan memiliki waktu istirahat yang cukup setiap harinya.
Stress pikiran yang berat dan berkepanjangan dikatakan dapat berimbas pada menurunnya sistem pertahan tubuh dalam memerangi berbagai jenis penyakit dan masalah yang timbul di tubuh Anda, termasuk dalam memerangi sel-sel kanker yang mungkin dapat muncul.
4. Kurangi Konsumsi Daging Merah, Makanan yang Diawetkan/Diproses, dan Berlemak
• Begini Tata Cara Daftar CPNS 2019 TERBARU, Jangan Sampai Salah, Tinggal 3 Hari Lagi!
Daging merah dan olahan daging yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan timbulnya kanker kolorektal (usus), yang merupakan jenis kanker terbanyak kedua di Indonesia pada laki-laki setelah kanker paru. Daging merah adalah segala jenis daging yang berasal dari hewan mamalia, (sapi, kambing, babi, domba, kerbau, rusa dan sebagainya).
Olahan dagingmisalnya dengan pengasapan (daging sei), diasinkan, dikeringkan ataupun dibuat menjadi olahan sosis yang diawetkan.
Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi daging merah sama sekali.Konsumsi daging merah yang disarankan adalah maksimal 3 porsi daging merah per minggu (maksimum 350-500 gram daging masak per minggu) dan sesedikit mungkin (atau tidak mengkonsumsi sama sekali) daging olahan yang diproses/diawetkan. Anda juga disarankan untuk mengurangi makanan berlemak tinggi dengan mengkonsumsi sumber protein lain yang lebih sehat, misalnya ikan segar, daging unggas, telur, atau tahu dan tempe yang juga berprotein tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-ferdinand-maubere.jpg)