Ilegal, Sunatan Massal Tiga Dokter Asing di Sumba Tanpa Izin

Tiga dokter asing asal Malaysia melakukan kegiatan bakti sosial sunatan massal di dua tempat di Pulau Sumba tanpa mengantongi izin resmi

Ilegal, Sunatan Massal Tiga Dokter Asing di Sumba Tanpa Izin
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kegiatan sunatan massal Pulau Sumba oleh Yayasan Amal Malaysia di Waitabula Kabupaten SBD, Selasa (15/10/2019. 

Ilegal, Sunatan Massal Tiga Dokter Asing di Sumba Tanpa Izin

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tiga dokter asing asal Malaysia melakukan kegiatan bakti sosial sunatan massal di dua tempat di Pulau Sumba tanpa mengantongi izin resmi. Tiga dokter tersebut berasal dari Yayasan Amal Malaysia. 

Tiga dokter asing tersebut bersama tiga relawan dari Yayasan Amal Malaysia itu telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Sunatan Massal di dua lokasi yakni di Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Kantor Imigrasi Kelas I Kupang, mereka telah melaksanakan kegiatan sunatan massal untuk 53 anak di Masjid Al Jihad Mananga Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah pada Senin 14 Oktober 2019, sekira pukul 10.30 Wita. Sementara pada Selasa 15 Oktober 2019 sekira pukul 11.00 Wita, bertempat di Masjid Agung Al Falah Waitabula Kabupaten SBD mereka melaksanakan kegiatan sunatan massal untuk 42 orang anak laki-laki. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang I Gusti Nyoman Rachmat Taufiq kepada POS-KUPANG.COM pada Minggu (20/10/2019) menjelaskan, enam WN Malaysia tersebut diamankan petugas Imigrasi Kupang saat melaksanakan pengawasan keimigrasian di Hotel Sumba Sejahtera Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya pada Kamis, 17 Oktober 2019. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka diketahui melakukan sunatan massal tanpa mengantongi izin resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan setempat. Selain itu, secara keimigrasian enam WN Malaysia tersebut melanggar pasal 75 angka 1 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian karena  

Keenam WNA tersebut terdiri dari AMI (58) dan SBS (62) yang berprofesi sebagai dokter umum, MH (63) berprofesi pensiunan perawat, MZO (57) pensiunan guru, serta MFA (24) dan ZB (55) yang berprofesi sebagai wiraswasta. Keenamnya berjenis kelamin laki laki. 

Berdasarkan surat Kementerian Kesehatan RI yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan selaku ketua tim koordinasi pendayagunaan SDMWNA di Indonesia dr Maxi Rein Rondonuwu kepada Kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT, kegiatan sunatan massal tersebut dinyatakan belum mendapat izin dari Kementerian Kesehatan RI.

Dalam surat dengan nomor DG.03.02/2.2/5527/2019 tertanggal 17 Oktober 2019, juga dijelaskan berdasarkan Peraturan Menkes no 67 tahun 2013 tentang pendayagunaan TK WNA (tenaga kesehatan warga negara asing), penyelenggara harus melakukan permohonan perizinan kepada Kementerian Kesehatan melalui kepala badan setelah memenuhi persyaratan umum dan tambahan. 

Kegiatan bakti sosial sunatan massal di Pulau Sumba sendiri diketahui dilaksanakan oleh Yayasan Amal Malaysia kerjasama dengan Kelompok La Tahzan Sumba yang berpusat di Waingapu Sumba Timur. 

Dalam salinan surat permohonan dukungan kegiatan bakti sosial sunatan massal kepada Ketua Yayasan Amal Kedah Malaysia tertanggal 7 September 2019 yang diperoleh POS-KUPANG.COM, dijelaskan rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial sunatan massal di Pulau Sumba selama sepekan. 

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Pemuda La Tahzan Sumba Sofyan Adrian dan Khalid Bin Syeeh sebagai sekertaris, pekan sunatan massal tersebut dilaksanakan pada 11 - 18 Oktober 2019 dengan sasaran dua lokasi di Kabupaten Sumba Timur yakni di Kecamatan Kota Waingapu dengan target 60 orang serta Kecamatan Pahunga Lodu Desa Kaliuda dengan target 40 anak.

Buntut Tawuran FKIP VS FST, Rektor Undana Drop Out Dua Mahasiswa

Ada dua Peringatan Dini BMKG di Wilayah NTT Hari Ini, Yuk Simak Penjelasannya!

Selain itu, di Mamboro Kabupaten Sumba Tengah  dengan target 60 orang, di Waikabubak Sumba Barat sebanyak 60 orang dan di Waitabula Sumba Barat Daya sebanyak 60 orang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved