Cegah Stunting AAH Lauching Buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit Edisi I

Cegah Stunting AAH Lauching buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit Edisi I

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Lauching buku Buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit Untuk Mahasiswa Keperawatan, Kebidanan dan Tenaga Kesehatan NTT di Hotel Aston Kota Kupang, Senin (21/10/2019). 

Cegah Stunting AAH Lauching buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit Edisi I

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Dominikus Minggu Mere melauching buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit edisi I untuk mahasiswa keperawatan dan kebidanan di NTT.

Pembuatan buku ini atas kerjasama antara AAH (Action Against Hunger) dengan beberapa lembaga pendidikan Sekolah Tinggi lImu Kesehatan dan Politekknik Kesehatan Kemenkes Kupang.

Meriah, Pembukaan Pekan Bulan Bahasa Smansa Adonara Timur

Lauching buku tersebut dilaksanakan Senin (21/10/2019) di Hotel Aston Kota Kupang. Buku ini akan dijadikan buku pegangan keperawatan dan kebidanan Provinsi NTT.

Tidak hanya itu buku ini juga akan menjadi referensi bagi tenaga kesehatan di Puskesmas di NTT, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting dan percepatan penurunan angka kematian bayi-balita.

Bagi mahasiswa adanya buku ini dalam rangka mempersiapkan pengetahuan dan ketrampilan supaya memadai agar apabila mahasiswa sudah menyelesaikan pendidikan dapat menerapkan langsung pelayanan MIBS di tempat kerjanya.

Anggota Polres Manggarai Apel di SMAN 1 Langke Rembong, Ini Tujuannya

Domikus saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai lauching buku tersebut menyambut antusias lahirnya buku tersebut karena bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTT.

Outline buku ajar tersusun atas 4 bab.
Bab 1 Pengantar MTBS, Bab 2 Tatalaksana Balita Sakit Umur 2 bulan-5 tahun, Bab3 Tatalaksana Bayi Muda
Umur Kurang Dari 2 Bulan dan Bab 4 Pencegahan Cedera Pada Anak.

Proses pembuatan kurikulim dan buku
ajar telah melalui sejumlah tahapan yaitu, analisis kebutuahan, penyusunan capaian pembelajaran (CP),
finalisasi draft buku ajar hingga launching.

Keseluruhan tahapan melibatkan 16 orang tim penulis dari beberapa kampus kesehatan (Poltekkes Kemenkes Kupang, Universitas Citra Bangsa dan STIKes Maranatha Kupang), 4 orang tim pakar, 3 orang tim editor dan 2 orang tim layout.

Dengan adanya launching buku ajar ini diharapkan lembaga-lembaga pendidikan kesehatan yang ada di NTT dapat mulai menggunakan buku ini dan menjadi salah satu upaya nyata yang dapat membantu dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Balita di NTT melalui pelayanan kesehatan anak balita yang terintegrasi dan terpadu.

Dijelaskannya, kehadiran buku ajar merupakan salah satu upaya pencegahan stunting di NTT.

"Angka stunting di NTT masih tinggi, sekitar empat puluh dua persen lebih, jadi buku ini juga akan menjadi referensi bagi tenaga kesehatan di Puskesmas," ungkap Domikus.

Oleh karena itu, kata Domikus, Dinas Kesehatan mengajak semua komponen di NTT dan lembaga pendidikan kesehatan untuk berkolaborasi mendukung program pemerintah NTT untuk mencegah stunting.

Sementara itu Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, Dr. R.H. Kristina, SKM.,M.Kes, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan Poltekes Kemenkes Kupang sendiri siap mendukung dan membantu pemerintah dalam upaya mencegah stunting dan percepatan penurunan angka kematian bayi-balita.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved