Meriah, Pembukaan Pekan Bulan Bahasa Smansa Adonara Timur
Meriah, Pembukaan Pekan Bulan Bahasa dan Seni di Smansa Adonara Timur, Flores Timur
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Meriah, Pembukaan Pekan Bulan Bahasa dan Seni di Smansa Adonara Timur, Flores Timur
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Pelaksanaan pembukaan pekan bulan bahasa, olahraga dan seni SMAN 1 Adonara Timur berlangsung meriah. Acara pembukaan ini ditandai dengan ledakan kembang api, pelepasan balon hias ke udara dan menari bersama para guru dan siswa di Lapangan Sepak Bola Kebun Raya, Senin (21/10/2019) pagi.
Perayaan pekan bulan bahasa ini sudah menjadi event tahunan sekolah sejak tahun 2016. Pelaksanaannya dilakukan pada setiap Bulan Oktober yang secara nasional dirayakan sebagai bulan bahasa.
• Anggota Polres Manggarai Apel di SMAN 1 Langke Rembong, Ini Tujuannya
Kepala SMAN 1 Adonara Timur Kornelis Laot Boro menjelaskan istilah bulan bahasa tentunya tidak asing di telinga karena setiap tahun pada Oktober biasanya ada event tahunan yang sudah dituangkan dalam program kerja sekolah.
Sekolah sudah menetapkan ada satu pekan dalam bulan Oktober yang jadi kegiatan bulan bahasa. Kor menguraikan, Oktober disebut sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 telah dicanangkan Sumpah Pemuda yang pada ikrar ketiga disebutkan komitmen pemuda/pemudi Indonesia untuk menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indoensia.
• Ikatan Alumni STM Nenuk di Jawa Timur Akan Gelar Reuni Akbar di Malang
Acara bulan bahasa dirayaka dengan versi yang berbeda-beda di semua sekolah.
"Kalian mengekpresikan seluruh keahlian kalian dalam pekan ini. Kegiatan ini akan berimplikasi langsung pada masa depan. Apa saja implikasinya? Anda yang ikut Smansa Idol masih menjadi amatiran, siapa tahu bisa ikut Indonesian idol. Anda yang tidak bisa berbicara di depan umum, siapa tahu anda bisa percaya diri berbicara di depan umum dan punya public speaking yang bagus."
Dia sangat berharap para siswa yang mengikuti lomba bisa menunjukkan sportivitas dan dewan juri juga harus menjaga independensi masing-masing supaya penilaian bisa menjadi objektif.
Wakil Ketua Komite, Martinus Kopong Sabon, mengungkap empat alasan pokok sekolah merayakan bulan bahasa setiap tahun.
Pertama, mencintai bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia, hal ini jadi sangat penting untuk direnungkan dan dihayati bersama.
"Kita harus mencintai bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia. Ini diikrarkan pada sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Ini kita harus renungkan sepanjang hidup di Indonesia."
Kedua, kegiatan pekan bahasa, olahraga dan seni juga untuk meningkatkan kreativitas dalam menulis, membaca dan berbicara.
Ketiga, yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan kelancaran berbahasa Indonesja yang baik dan benar.
Ini poin penting dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menurutnya kalau sudah berbahasa Indonesia baik dan benar para siswa sudah punya rasa nasionalisme sebagai sebuah bangsa.
Keempat, meningkatkan prestasi di bidang bahasa dan sastra. "Sehebat-hebatnya orang fasih berbicara Bahasa Inggris tapi kalau dia belum berbahasa Indonesia baik dan benar maka dia belum menjadi seorang nasionalis.
Ketua Panitia, Ambrosius Beda Niron, menyebutkan pelaksanaan pekan bulan bahasa, olahraga dan seni dilakukan pada 21-28 Oktober 2019. salah satu tujuannya juga supaya bisa mendapatkan bibit-bibit atlet untuk O2SN di tingkat kabupaten dan provinsi.
Adapun ada beberapa mata lomba yang dipertandingkan seperti bola voli, sepakbola, lomba lari 100 meter, drama singkat dalam Bahasa Jerman, drama singkat Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, SMANSA Idol, Tarian Kreasi Modern, dan jalan santai. Semua peserta didik dan guru dipastikan ikut dalam kegiatan ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)