Berita Pembunuhan

Curhat Pilu Mei Nuriawati,Wanita Hamil 7 Bulan yang Suaminya Tewas Dibunuh Mantan Pacar

Seorang pria di Malang bernama Bangkit Maknutu Dunirat (32) ditemukan tewas setelah diculik. Korban rupanya meninggalkan istri yang hamil 7 bulan

Curhat Pilu Mei Nuriawati,Wanita Hamil 7 Bulan yang Suaminya Tewas Dibunuh Mantan Pacar
Kolase Tribunnews dan Instagram @maynuria
Foto korban Penculikan Bangkit dan proses evakuasi setelah jenazahnya ditemukan di Batu 

"Saya baru pulang nanti setelah 7 hari," ucapnya.

Motif Pembunuhan

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id mengatakan jika para pelaku sudah berhasil ditangkap.

"Alhamdulillah sudah tertangkap," ujar AKBP Sudamiran, Jumat (18/10/2019).

Bambang Irawan (27) dan istrinya Rulin Rahayu merupakan tersangka utama kasus kematian Bangkit.

Kenalan di Facebook lanjut WA, Bertemu dan Kencan di Hotel, Wanita Ini Dibunuh Karena Hal Ini

Korban Bangkit tak lain adalah mantan pacar Rulin Rahayu.

Selain mereka berdua, polisi juga mengamankan dua orang lainnya yakni Kresna Bayu (22) warga Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo Surabaya.

Adapun dua pelaku lain, ARP (27) dan MIR (20) masih menjadi buronan polisi.

Rulin Rahyu dan Bambang mengaku menculik dan menganiaya Bangkit karena sakit hati.

Bambang menyebut dirinya sakit hati lantaran istrinya merasa ditipu oleh korban.

Beberapa kekecewaan tersebut bermula dari hubungan mantan kekasih yang dibumbui penjualan mobil seharga Rp 93 juta.

Namun, Rulin mengaku hanya mendapat Rp 5 juta dari penjualan mobil tersebut.

Bukan hanya soal urusan pembagian penjualan mobil yang nilainya tidak sesuai, para pelaku juga kecewa dengan korban untuk urusan kredit atau cicilan mobil.

Pelaku menyebut ada tagihan cicilan kendaraan yang dilakukan korban atas nama pelaku Rulin sejak tahun 2015.

"Mereka sempat berpacaran 2015-2017. Sakit hati karena ada beberapa hal yang dialami sampai memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi salah satu pelaku," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata di Polrestabes Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Foto korban Penculikan Bangkit dan proses evakuasi setelah jenazahnya ditemukan di Batu
Foto korban Penculikan Bangkit dan proses evakuasi setelah jenazahnya ditemukan di Batu (Kolase Tribunnews dan Instagram @maynuria)

Foto korban Penculikan Bangkit dan proses evakuasi setelah jenazahnya ditemukan di Batu ((Kolase Tribunnews dan Instagram @maynuria))
Dihadapan petugas, Bambang dan Rulin Rahayu mengaku sempat mendatangi rumah korban di Sumenep.

Pelaku mengaku kebingungan lantaran terus menerus didatangi debt collector.

Namun, pertemuan tidak membuahkan hasil.

Rulin dan Bambang mengaku diusir dari rumah korban di Sumenep.

Hingga kemudian, mereka mengetahui keberadaan korban di tempat kerja Jalan Ketintang Surabaya.

Bambang dan empat pelaku lain membawa paksa korban menggunakan mobil Suzuki Ertiga berplat W 1805 VB hingga ke Cangar Batu.

Sesampainya di Jembatan Cangar, korban dianiaya dan didorong ke sungai hingga tewas.

"Waktu diperjalanan saya mengemudi, diarahkan teman dibawa ke sana. Gelap mata, khilaf," kata Bambang.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman pidana mati dengan pidana seumur hidup paling lama 20 tahun penjara atas pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun penjara, pasal 328 KUHP ancaman pidana 12 tahun penjara dan pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP ancaman 12 tahun penjara.

(TribunnewsBogor.com/Surya.co.id)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved