Hendrik Babys Sesalkan Kematian Elias Di Tengah Status KLB

kematian salah satu korban diduga keracunan makanan, Elias Asbanu di Puskesmas Panite Rabu (16/10/2019) lalu.

Hendrik Babys Sesalkan Kematian Elias Di Tengah Status KLB
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak jenazah Elias Asbanu, korban meninggal diduga akibat keracunan makanan saat menghadiri Pesta pernikahan di Desa Sei 

Hendrik Babys Sesalkan Kematian Elias Di Tengah Status KLB

POS-KUPANG.COM|SOE-- Anggota DPRD Kabupaten TTS yang juga ketua Fraksi NasDem, Hendrik Babys menyesalkan kematian salah satu korban diduga keracunan makanan, Elias Asbanu di Puskesmas Panite Rabu (16/10/2019) lalu.

Menurutnya, ditetapkannya kejadian keracunan makanan sebagai KLB seharusnya mendorong pemerintah daerah melakukan suatu tindakan khusus agar para korban keracunan tidak sampai meninggal dunia.

Namun kenyataannya, korban yang sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Panite sejak hari Selasa, justru harus kehilangan nyawanya di Puskesmas Panite tanpa sempat dirujuk ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

"Saya sesalkan kasus keracunan ini sampai menelan satu korban jiwa. Saya berpikir, seharusnya jika kondisi korban memburuk dan membutuhkan penanganan lebih lanjut seharusnya segera di rujuk ke RSUD Soe agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Kenapa hal tersebut tidak dilakukan? Hal ini harus menjadi bahan evaluasi dalam penanganan tindakan KLB agar tidak timbul lagi korban lainnya," ungkap Hendrik kepada pos kupang.com, Jumat (18/10/2019) pagi.

Terpisah, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengucapakan rasa dukanya yang mendalam atas kepergian Elias Asbanu, korban diduga keracunan makanan asal Desa Bena.

Bupati Tahun mengatakan, dirinya sudah mendelegasikan tugas kepada Sekda agar menghadiri acara pemakaman korban. Selain itu, pemerintah daerah akan menanggung peti mati untuk korban.

Ia mengatakan, masih ada dua korban keracunan lainnya yang masuk ke Puskesmas Panite pada Kamis.
Untuk merujuk para korban ke RSUD Soe dikatakan Bupati Tahun, harus disertai dengan alasan yang jelas, tidak bisa serta Merta. Karena ada tahap yang harus dilewati sebelum pasien dirujuk.

Saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan penyisiran terhadap kemungkinan masih adanya korban keracunan lainnya yang belum dibawa ke Puskesmas.

"Kita menyesalkan adanya korban jiwa dalam kasus ini. Saat ini saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan dan pihak kecamatan dan desa untuk kembali sisir jangan sampai masih ada korban lainnya yang belum dibawa ke Puskesmas. Pasalnya, sampai hari Kamis masih ada dua korban yang dibawa ke Puskesmas Panite," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Keracunan makanan massal yang terjadi Desa Sei, Kecamatan Kolbano yang menyebabkan korban keracunan mencapai 183 orang akhirnya memakan satu korban jiwa. Elias Asbanu (29), warga Desa Bena akhirnya meninggal dunia, Rabu (16/10/2019) sore di puskesmas panite.

Warga Desa Otan-Semau Kecewa, VBL Dicalonkan jadi Menteri

Dirut PT. Garam Persero Sebut Potensi Garam di Kabupaten Kupang Berkelas Internasional

Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Mohon Izin Masyarakat NTT Masuk Kabinet Jokowi

Korban yang sempat dirawat di Puskesmas Panite sejak hari Selasa, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada hari Rabu Sore. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved