Warga Desa Otan-Semau Kecewa, VBL Dicalonkan jadi Menteri

Warga Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, tanah kelahiran Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sangat kecewa.

Warga Desa Otan-Semau Kecewa, VBL Dicalonkan jadi Menteri
POS KUPANG/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjabat tangan seorang siswa SMA Negeri 1 Semau usai menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan saat tatap muka bersama tokoh masyarakat Pulau Semau di Gereja Pokok Anggur Uinao Desa Huilelot Kecamatan Semau Kabupaten Kupang pada Jumat (29/3/2019) siang. 

Warga Desa Otan-Semau Kecewa, VBL Dicalonkan jadi Menteri

POS-KUPANG.COM I KUPANG--Warga Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, tanah kelahiran Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sangat kecewa.

Pasalnya, VBL baru memimpin NTT setahun dicalonkan menjadi Menteri pada era kepemimpinan Periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dampaknya, proses pembangunan di NTT umumnya akan berjalan tersendat-sendat lagi.

Kepala Desa Otan, Yosafat Lasi ketika dihubungi POS KUPANG.COM, Jumat (18/10/2019) menuturkan, sejak ada kabar bahwa VBL dicalonkan menjadi menteri, dirinya menemui warganya.

Dalam dialog dengan warga di Desa Otan, sekitar 90 persen menyampaikan kekecewaan dengan terpilihnya VBL menjadi menteri. Bahkan sanak keluarga dan kerabat gubernur NTT tidak setuju dengan pencalonan itu.

"Saya tanyakan ke warga dan sebagian besar menyatakan kecewa. Sekitar 90 persen merasa bahwa kalau pak Gubernur jadi menteri maka pembangunan bisa jalan tersendat di NTT umumnya dan Semau khususnya," jelas Yosafat.

Warga setempat, lanjut Yosafat mengaku kalau sebelum VBL menjadi gubernur, perhatian ke Semau terabaikan. Ketika menjadi gubernur, pembangunan mulai dirasakan warga, tetapi dengan pencalonan jadi menteri maka Semau bisa saja tertinggal lagi.

Dirut PT. Garam Persero Sebut Potensi Garam di Kabupaten Kupang Berkelas Internasional

Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Mohon Izin Masyarakat NTT Masuk Kabinet Jokowi

"Ini yang warga ungkapkan ke saya. Pak gubernur memang pernah bilang bahwa kalau jabatan menteri ini pilihan maka dia akan tolak karena mau bangun NTT. Tapi ini perintah presiden sehingga mau tidak mau harus dilaksanakan," katanya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved