Gubernur NTT Viktor Laiskodat Jadi Menteri, Begini Reaksi Tak Terduga Bupati SBD Kornelius Kodi Mete

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Jadi Menteri, Begini Reaksi Tak Terduga Bupati SBD Kornelius Kodi Mete

Penulis: Petrus Piter | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Pos Kupang.com/Petrus Piter
Bupati dan Wabub SBD, dr.Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP menggelar jumpa pers di halaman depan kantor DPRD SBD setelah setelah menghadiri rapat istimewa pengambilan sumpah dan pelantikan 35 anggota DPRD SBD periode 2019-2024 dan penyampaian pidato perdana bupati dan wabub SBD, Senin (9/9/2019) 

Viktor Bungtilu Laiskodat atau yang dikenal dengan panggilan Viktor Laiskodat menjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur berdampingan dengan Josef Nae Soi sebagai Wagub.

Viktor Laiskodat resmi menjabat sebagai Gubernur NTT sejak dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana 5 September 2018.

Politikus Nasdem ini berhasil memperjuangkan Jokowi-Ma'ruf meraup suara mayoritas di Pilpres 2019.

Berikut 10 hal yang perlu diketahui mengenai sosok Viktor Laiskodat seperti dikutip dari artikel Kupang Pos berjudul "10 Fakta Menarik yang Wajib Kamu Tahu Tentang Viktor Laiskodat" :

1. Anak Bungsu

Viktor Laiskodat merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara.

Dia lahir di Oenesu-Kupang, 17 Februari 1965, dari pasangan Lazarus Laiskodat (Alm) dan Orpha Laiskodat Kase (84).

Viktor kecil beranjak remaja dalam asuhan keluarga sederhana.

Sebagai anak ke-6, dia sempat mengenyam studi di SD Batakte Kupang, SMPN 1 Kupang, dan tamat SMA PGRI Kupang tahun 1985.

2. Nikahi Julie Sutrisno

Viktor Laiskodat menikah dengan seorang gadis berparas cantik lulusan Business University If Texas Arlington, USA Amerika, Julie Sutrisno.

3. Punya Tiga Anak

Viktor dan Julie dikaruniai 3 orang putera yakni Leonard Lazaro Laiskodat, Vito Valentino Laiskodat dan Franco Kudang Laiskodat.

Singkatan nama ketiga anaknya dijadikan nama butik Tenun NTT “LeViCo” yang dikelola istrinya di Jakarta.

Melalui wadah ini sudah turut mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) di kancah internasional

4. Pernah Jadi Pemulung hingga Security

Kerasnya ibu kota yang lebih kejam dari ibu tiri turut menempah dirinya.

Viktor pernah bekerja sebagai pemulung mendorong gerobak sampah dan security di sejumlah tempat di ibu kota.

5. Aktif di Kegiatan Sosial

Viktor bersama istri aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Victory yang didirikannya pada tahun 2004 dan LeViCo.

Melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat, berbagi kasih dengan anak panti asuhan.

Pembinaan dan pengembangan serta promosi tenun NTT dan gerakan literasi melalui taman baca LeViCo.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Nagekeo (POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN)
6. Merantau ke Jakarta Bermodalkan Rp 50.000

Viktor muda memilih merantau ke Jakarta tahun 1992, hanya bermodalkan uang Rp 50.000.

Ia juga meminjam sepatu dari seorang sahabatnya dia naik kapal hewan dari pelabuhan Tenau Kupang, mengarungi laut Sawu menuju tanah Jawa.

7. Punya Jet Pribadi

Viktor Laiskodat juga memiliki sebuah jet pribadi yang ia gunakan sebagai alat transportasi.

Ia juga bahkan menggunakan jet pribadinya untuk kembali ke NTT setelah dilantik Jokowi di Istana.

8. Anggota DPR RI

Viktor pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar 2004-2009 dan juga anggota DPR RI dari Partai NasDem 2014-2019.

Ia lolos ke Senayan setelah mengumpulkan 77.555 suara dari dapil NTT II yang meliputi 10 kabupaten yakni Belu, Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kupang.

Namun karena pencalonannya sebagai Gubernur NTT ia mengundurkan diri.

9. Punya Segudang Pengalaman Organisasi

Viktor Laiskodat bukan hanya piawai di bidang politik tetapi juga punya segudang pengalaman organisasi.

Ia bahkan menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia, Ketua Forum Pemuda Kupang Jakarta, Pendiri Yayasan Peduli Kasih, dan juga Pendiri Pesona Boxing Camp.

10. Inisiator

Viktor juga bergabung bersama para inisiator Ormas Nasional Demokrat yang membangun Partai NasDem dengan mengusung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 10 Hal tentang Sosok Viktor Laiskodat Calon Menteri Jokowi, Pernah Jadi Pengamen hingga Security

 Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Gubernur NTT Viktor Laiskodat Disebut Calon Menteri Jokowi, Dari Pemulung Hingga Punya Jet Pribadi, 

Viktor Laiskodat & lambang Aquarius (kolase)
Siap Jadi Menteri, Ini 6 Pernyataan Viral Viktor Laiskodat Nomor 1 Dihujat Nomor 4 Bikin Ngakak

Deretan Pernyataan Kontroversial Gubernur NTT Viktor Laiskodat Nomor 1 Paling Heboh Banyak Dikritik

Sejak terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Viktor Laiskodat banyak membuat kebijakan -kebijakan baru.

Selain itu Viktor Laiskodat juga beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang ramai diperbincangkan masyarakat NTT.

Ada yang mendukung pernyataan Viktor Laiskodat ada pula yang menentang.

Berikut 6 pernyataan kontroversial yang pernah diucapkan Viktor Laiskodat dalam berbagai kegiatan.

1. Tidak ada Orang Bodoh dan Miskin yang Masuk Surga

Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Viktor Laiskodat  terus mendorong warganya agar mengubah pola pikir guna membangun wilayahnya.

Menurut Viktor Laiskodat, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Viktor Laiskodat saat memberikan keterangan pers dalam kegiatan Learning Event Sumba Iconic Island yang digelar oleh Hivos (Organisasi bantuan pembangunan) dan Pemprov NTT di Hotel Aston Kupang, Selasa (27/11/2018).

Ia Viktor Laiskodat bahkan menyebut, hanya manusia cerdas yang bisa masuk surga.

"Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga," tegas Viktor Laiskodat yang juga mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR ini.

Karena itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan semua pihak untuk membantu warga yang bodoh dan miskin untuk masuk surga.

Kalau sudah bodoh dan miskin, kata Viktor Laiskodat, tentu akan memberatkan diri sendiri, memberatkan lingkungannya, memberatkan keluarganya, memberatkan negaranya, dan memberatkan Tuhan.

"Saya sudah berulang kali katakan bahwa tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga," imbuhnya.

Hal penting lain, ucap Viktor Laiskodat , yakni menjadi tanggung jawab bersama semua pihak untuk membangun NTT dengan membangun manusia menjadi baik melalui dunia pendidikan yang baik.

"Satu satunya jalan yakni kita harus bangun sistem pendidikan yang baik untuk menjawab seluruh tantangan sehingga kita bisa mengeloka potensi yang ada di NTT dengan sumber daya yang memadai," tutupnya.

Viktor Bungtilu Laiskodat (Ist)
2. Tidak Ada Lobi Jabatan Melalui Istri, Anak Atau Keluarga Saya

Gubernur NTT Viktor Laiskdoat berjanji akan intens melakukan reformasi birokrasi di wilayah itu.

Ia Viktor Laiskodat akan memilih aparatur sipil yang berkompeten dan berkualitas bagus untuk menduduki jabatan eselon di lingkup Setda NTT, dengan metode sistem merit.

Sistem merit adalah proses mempromosikan dan mempekerjakan pegawai pemerintah, berdasarkan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan, bukan pada koneksi politik mereka.

Dia akan meninjau kembali jabatan birokrasi yang ada, untuk mendapatkan pejabat yang profesional dengan sistem seleksi jabatan, agar tercipta peluang yang sama bagi setiap aparatur sipil untuk berkompetisi dalam mengembangkan karyanya.

"Tidak ada lobi jabatan melalui istri, anak atau keluarga saya," tegas Viktor Laiskodat dalam rapat paripurna istimewa DPRD NTT, di Kupang, Senin (10/9/2018).

"Yang pilih Viktor atau tidak, itu tidak ada urusan. Suku yang sama dengan Viktor itu tidak ada urusan. Agamanya sama pun tidak ada urusan. Selama dia profesional berkomitmen untuk visi ini, maka kita akan pakai," tegas Viktor.

3. Kerjasama Pemerintah dan Gereja Bukan Munafik dan Pura-pura

Kerjasama Pemerintah dan Gereja jangan munafik, begitu harapan Viktor Laiskodat ke seluruh Uskup Indonesia. 

Menyampaikan pidato dihadapan para uskup se-Indonesia, ratusan iman, biarawati dan puluhan ribu umat Katolik dalam tahbisan Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Rabu (26/9/2018) malam dicatat menjadi sejarah bagi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bicara lugas dan apa adanya, Viktor Laiskodat hadir bersama Wagub Josef Nae Soi, mengakui ini pidato pertama dalam tahbisan uskup di NTT.

"Ini sejarah hidup saya. Saya akan catat dengan baik. Ini (pidato) beda dengan pidato politik berhadapan dengan puluhan ribu massa," ujar Viktor dalam perayaan tahbisan di Gelora Samador Maumere.

Ia mengatakan tahun 2018 menjadi tahun yang berbahagia bagi masyarakat Kabupaten Sikka memiliki bupati baru dan uskup baru.

"Kita sama-sama orang baru dalam jabatan baru di NTT. Saya dan Pak Wagub baru 21 hari dilantik. Di sini juga bupatinya baru," kata Viktor.

Menurut Viktor Laiskodat, motto Mgr. Edwaldus, bertolak ke tempat lebih dalam mirip dengan motto Viktori-Jos, kita bangkit kita sejahtera adalah pesan keberanian. Ia mengatakan motto ini sebagai pekerjaan besar yang tidak bisa dikerjakan asal-asalan.

"Kita miskin, tapi kita kirim ratusan misionaris ke seluruh dunia untuk ajarkan hidup cinta kasih. Ini catatan kritis buat pemerintah dan gereja. Kita patut malu. Kita harus kerja luar biasa dengan kejujuran hati, tidak ada waktu untuk pura-pura baik dan pura-pura kerja," imbuh Viktor berapi-api.

"Saya harapkan kerjasama pemerintah dan gereja bukan munafik dan pura-pura tetapi semangat bangun," ujarnya.

Viktor menyoroti tanaman kelor dan garam yang jadi primadona dikembangkan. Kasus TKI ilegal, setiap waktu ada mayat TKI dikirim pulang dari luar negeri. 

4. Ibu-ibu sekarang suka sekali menonton sinetron. Nonton film sedih, ikut menangis, nonton film horor ketakutan, tapi masih mau nonton.

Ia Viktor Laiskodat meminta ibu-ibu dan anak-anak muda mengurangi menonton sinetron.

Para ibu-ibu dan anak muda ini untuk tidak maniak dalam menonton sinetron.

Viktor berharap para ibu dan remaja ini meluangkan waktu setidaknya dua jam sehari untuk membaca.

"Ibu-ibu sekarang suka sekali menonton sinetron. Nonton film sedih, ikut menangis, nonton film horor ketakutan, tapi masih mau nonton," ujar Viktor disambut tawa ibu-ibu yang hadir dalam perayaan Maulid Nabi di Mesjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang, Senin (19/11/2018) malam.

Kalau anak muda zaman sekarang, kata Viktor, hobinya main game, medsos, banyak waktu dihabiskan menatap layar handphone.

"Menurut saya, lebih baik kalian banyak membaca daripada main handphone dan menonton sinetron. Luangkan waktu dua jam dalam sehari untuk membaca," kata Viktor.

Ia Viktor Laiskodat mengatakan, dengan membaca, kita bisa mengasah kemampuan intelektual kita, mengetahui perkembangan pembangunan dan menambah wawasan.

Ia Viktor Laiskodat malam itu hadir di tengah umat Muslim Kota Kupang merayakan Maulid Nabi.

Ia mengatakan, perayaan Maulid Nabi merupakan kazanah spiritual dalam Islam mesti dihidupi dengan baik.

Perayaan Maulid Nabi yang diadakan secara tradisional tersebut, kata Viktor, memang patut dikembangkan sebagai wisata religi.

5. Pasti kelihatan anaknya di sekolah bodoh. Ya, pasti karena tidak makan marungga. 

Gubernur NTT, Viktor  Laiskodat mengatakan, apabila ada warga yang tidak makan kelor/marungga, maka sikap itu bertentangan dengan semangat revolusi.

Ia Viktor Laiskodat menyampaikan hal ini pada apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (1/10/2018).

Dia mengatakan, semua pihak turutbertanggungjawab agar masyarakat diajak selalu untuk mengkonsumsi kelor.

"Di Eropa mulai bangkit, yakni di Jepanag dengan sebuah program gerakan minum susu bagi generasi dan anak-anak setiap hari. Tapi kita di NTT bangun dengan revolusi hijau, kita harus makan marungga tiap hari," kata Viktor.

Dikatakan, bagi yang tidak mau makan kelor ini, maka orang itu hidupnya bertentangan dengan semangat revolusi hijau.

"Pasti kelihatan anaknya di sekolah bodoh. Ya, pasti karena tidak makan marungga. Ini masih juga masih membangun nilai-nilai untuk sampai pada tujuan bersama, sehingga masih banyak yang harus dilakukan bersama.

6. Ke Depannya Provinsi tidak ada lagi rapat. Rapat itu pakai telepon genggam saja.

Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Laiskodat terus melakukan sejumlah gebrakan dan pernyataan kontroversial.

Kali ini, mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu secara tegas menyatakan akan meniadakan kegiatan rapat-rapat oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTT.

Menurut Viktor Laiskodat, rapat yang selama ini dilakukan jelas telah menghabiskan anggaran, dibandingkan anggaran untuk pelayanan publik.

"Jadi ke depannya provinsi ini tidak ada lagi rapat-rapat.

Rapat itu pakai telepon genggam saja.
Tinggal sampaikan ke saya, bapak kami mohon petunjuk," tegas Viktor Laiskodat, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018), kemarin.

Menurut Viktor Laiskodat, dengan adanya kemajuan tekonologi, tidak perlu lagi duduk berkumpul, makan dan minum di dalam ruangan, serta bolak balik hanya untuk menghabiskan biaya transportasi.

"Kemarin saya periksa Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), saya lihat transformasi budaya kerja memang tidak ada, karena hanya menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang tidak terlalu penting," ucap Viktor Laiskodat.

Ia Viktor Laiskodat menginginkan, sebagian besar ASN selalu berada di lapangan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan, termasuk menggarap pertanian lahan kering. 

Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berpamitan kepada seluruh rakyat NTT. 

Ia digadang-gadang menjadi salah satu calon menteri pada kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin periode 2019-2024.

"Saya mohon izin jangan sampai ditugaskan Presiden untuk tetap bertugas di Jakarta. Jangan sampai besok saya ke Jakarta dan dapat tugas yang lebih besar. Saya tidak lari dari tanggung jawab, tapi kalau diperintah saya siap. Dan, kalau disuruh pilih mau tetap gubernur atau menteri pasti saya pilih gubernur, tapi kalau diperintah oleh presiden saya siap melaksanakan tugas negara demi kepentingan yang lebih besar NKRI, " kata Gubernur Viktor Laiskodat saat memberikan petuah pada syukuran rakyat atas pelantikan Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai anggota DPR RI di Gedung Golkar NTT, Jalan Frans Seda, Kamis (17/10/2019) malam.

Informasi yang berkembang, Viktor Bungtilu Laiskodat akan menduduki kursi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Terkait hal tersebut, hari ini Viktor berangkat ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi.

Kepala Biro Humas Setda Pemerintah Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, kepada Kompas.com, Jumat (18/10/2019) mengakui Viktor Bungtilu Laiskodat  diminta menjadi menteri dalam kabinet kerja presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Bapak gubernur kita memang dua kali diminta secara non formal menjadi menteri, saat berada di Labuan Bajo beberapa waktu lalu," ujar Marius Ardu Jelamu.

Untuk jabatan menteri apa, belum diketahui. Namun, kata Marius Gubernur Viktor tetap berkomitmen untuk membangun NTT.

"Tapi gubernur selalu sampaikan, kalau itu sudah perintah dari presiden, maka tentu tidak akan tolak," ujar dia.

Viktor Bungtilu Laiskodat atau yang dikenal dengan panggilan Viktor Laiskodat menjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur berdampingan dengan Josef Nae Soi sebagai Wagub.

Viktor Laiskodat resmi menjabat sebagai Gubernur NTT sejak dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana 5 September 2018.

Politikus Nasdem ini berhasil memperjuangkan Jokowi-Ma'ruf meraup suara mayoritas di Pilpres 2019. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved