Senin, 27 April 2026

1.500 Guru Honor Di Ende Belum Terima Gaji

Ada sekolah-sekolah tertentu yang guru ASN hanya kepala sekolah sedangkan yang lainnya adalah guru honor

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Dinas P dan K Kabupaten Ende Melakukan Raker Dengan Komisi III DPRD Ende. 

1.500 Guru Honor Di Ende Belum Terima Gaji

POS-KUPANG.COM|ENDE---Sebanyak 1.500 orang guru honor atau guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Ende belum menerima gaji mereka selama tahun 2019 yang bersumber dari dana bos daerah atau yang lasim dikenal dengan Bosda.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja antara Komisi III DPRD Kabupaten Ende dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kamis (17/10/2019) di ruang sidang komisi DPRD Kabupaten Ende.

Terhadap hal tersebut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende, Vinsen Sangu mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan kelambanan dari pihak dinas yang terlambat membayar gaji bagi para guru honor.

Padahal keberadaan para guru honor tidak kalah penting dengan para guru yang berstatus ASN.

Bahkan pada daerah-daerah tertentu diluar Kota Ende guru honor justru menjadi ujung tombak dalam mengajar karena memang ada SD yang kekurangan guru ASN.

“Ada sekolah-sekolah tertentu yang guru ASN hanya kepala sekolah sedangkan yang lainnya adalah guru honor,”kata Vincen.

Namun demikian disayangkan bahwa ketika apa yang semestinya menjadi hak para guru honor justru diabaikan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende,ujar Vincen.

Oleh karena itu Vincen berharap agar pihak dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende segera membayar gaji para guru honor.

Vincen mengatakan ada hal yang juga perlu ditelusuri yakni bahwa guru GTT bakal menerima Gaji Bosda sebesar Rp1.500.000 perbulan.

Dengan syarat pungutan komite tidak didapat lagi oleh guru bersangkutan dan begitu juga dengan Dana BOS sudah tidak dapat lagi untuk guru GTT.

Namun demikian dalam perjalanan tidak sesuai program karena yang didapatkan hanya dari bulan 9 - 12 tahun 2018 dan kenyataan yang daerah terpencil Rp.1.500.000. Kecamatan luar kota Rp.1.100.000 serta dalam kota Rp.700.000 sisanya lari kemana.

Pada tahun 2018 berjalan hanya 4 bulan saja sedangkan pahun 2019 dari bulan Januari sampai sekarang tidak pernah diterima lagi, sedangkan hampir setiap sekolah Guru GTT mengajar tanpa digaji,ujar Vincen.

Secara terpisah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kornelis Wara yang dikonfirmasi mengenai keterlamatan pembayaran gaji para guru honor atau guru tidak tetap (GTT) mengakui bahwa pembayaranya memang agak terlambat karena masalah administrasi.

Kornelis mengtakan bahwa apabila urusan administrasi sudah beres maka dipastikan bahwa para guru GTT akan segera mendapatkan apa yang memang menjadi haknya.

Kornelis mengatakan bahwa keterlambatan itu juga dikarenakan pihak dinas masih kembali mengecek nama-nama guru GTT yang memang berhak untuk menerima pasalnya ada beberapa guru yang sebelumnya sempat menjadi GTT namun demikian dalam perjalanan tidak lagi menjadi guru GTT dengan berbagai alasan.

“Ada guru yang sebelumnya menjadi guru GTT namun mengundurkan diri dengan berbagai alasan seperti ada yang sudah lulus menjadi PNS atau memang ada yang tidak mau lagi jadi guru GTT,”kata Kornelis.

Menurut Kornelis data awalnya memang ada 1.500 orang guru GTT namun jumlahnya terus berkurang menjadi 1.300 orang.

“Kan tidak mungkin langsung membayar kepada 1.500 sesuai data awal karena bisa saja salah membayarnya,”kata Kornelis.

Pesan Menohok Kadis Pariwisata Manggarai Timur untuk Peserta Festival Budaya Congkar

Sekda Boni Terima Para Pengungsi Papua asal Manggarai Timur

Julie Sutrisno Sebut Dirinya Tahun Depan Hadir Sebagai Tamu

Kornelis memastikan bahwa apabila semua urusan administrasi sudah selesai maka akan segera dibayar. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved