Breaking News:

Pesan Menohok Kadis Pariwisata Manggarai Timur untuk Peserta Festival Budaya Congkar

Pesan Menohok Kadis Pariwisata Manggarai Timur untuk Peserta Festival Budaya Congkar

Penulis: Aris Ninu | Editor: OMDSMY Novemy Leo
dok
Acara penyambutan saat Festival Budaya Congkar digelar di Desa Rana Mese, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. 

Pesan Menohok Kadis Pariwisata Manggarai Timur untuk Peserta Festival Budaya Congkar

POS-KUPANG.COM, BORONG -  Pesan Menohok Kadis Pariwisata Manggarai Timur untuk Peserta Festival Budaya Congkar.

Festival Budaya Congkar digelar di Desa Rana Mese, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (18/10/2019) pagi.

Festival dibuka oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Basilius Teto, di Lapangan Bola Kaki Wangkar, Rana Mese.

Kadis Teto yang didampingi Kadis Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Kanisius Judin, S.Ip, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dapil IV asal Kecamatan Sambi Rampas,  Ferdinandus Alfa, Sekcam Sambi Rampas, Ismail Jehada, Danramil 05 Elar, Peltu Ramadhan, Mewakili Kapolsek Kanit Sabara Bripka Arief Mali, Penjabat Kades Rana Mese dan para kepala sekolah beserta guru-guru.

Selain itu, hadir para siswa dari 5 Sekolah Dasar , 1 SMP dan 1 SMA dan masyarakat Sambi Rampas.

Jalannya festival diawali dengan Kadis Basilius Teto dan Sekcam Sambi Rampas melakukan pukulan pertama Tarian Caci kepada para murid.

Selain membuka festival, Kadis Basilius Teto juga melakukan pengguntingan pita sebagai simbol penggunaan 1 Ruang Lab SMPN 5 Sambi Rampas dan 5 Ruangan Belajar SDK Wongko agar bisa digunakan.

Kadis Basilius Teto dalam sambutannya mengatakan, budaya adalah sebuah dasar pijak karna tanpa budaya semua tidak berbudaya.

“Budaya congkar akan masuk dalam kurikulum sekolah dalam rangka memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak. Maka itu, saya mengajak semua elemen agar mempertahankan dan melestarikan budaya congkar guna tidak terpengaruh dengan budaya luar,” kata Kadis Basilius Teto.

Festival Budaya Congkar yang dilaksanakan ini, paparnya, bertujuan untuk memperkenalkan Budaya Congkar kepada generasi penerus serta menjaga dan melestarikan budaya congkar agar tidak punah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved