Lapas Lakukan Rehabilitasi Sosial Napi Narkoba

ada periode sebelumnya, Lapas Kelas IIA Kupang menggunakan pendekatan rehabilitasi medik bagi para WBP Narkoba yang dibina di tempat tersebut.

Lapas Lakukan Rehabilitasi Sosial Napi Narkoba
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Badarudin (tengah) saat Kegiatan tes narkoba di lingkungan Lapas Kelas IIA Kupang. 

Lapas Lakukan Rehabilitasi Sosial Napi Narkoba 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang menerapkan rehabilitasi sosial bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana kasus narkoba. Rehabilitasi sosial ini baru diterapkan pertama kali pada tahun 2019. 

Demikian diungkapkan Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Badarudin A.Md., IP., S.Hi kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (17/10/2019) siang. 

Ia mengatakan, pada periode sebelumnya, Lapas Kelas IIA Kupang menggunakan pendekatan rehabilitasi medik bagi para WBP Narkoba yang dibina di tempat tersebut. 

Rehabilitasi sosial jelasnya, memadukan segala pendekatan utamanya pendekatan sosial bagi para warga binaan agar dapat bertumbuh dan dapat kembali ke kehidupan masyarakat. 

Proses rehabilitasi sosial dimulai dengan asesmen, kemudian diberikan rencana program perawatan. Klien atau WBP kemudian mengembangkan rencana perawatan untuk pemecahan masalah yang dialaminya dan klien kemudian diberi psikoedukasi. Program juga dilaksanakan dengan pencegahan kekambuhan, terapi group dan family dialog.

Kepada POS-KUPANG.COM, dua warga binaan dengan kasus narkoba, RT alias Res (35) dan BB alias Ben mengaku terkesan terhadap pendekatan rehabilitasi sosial yang diberikan dalam Lapas Kelas IIA Kupang. 

Kedua mantan pengguna ini mengaku awalnya kesulitan untuk mengikuti rehabilitasi, namun berangsur angsur keduanya perlahan dapat melaksanakan rencana dan program yang diberikan oleh para pembina dan pendamping di Lapas

"Ini pendekatannya pakai hati jadi kita merasa. Pendampingan di sini sudah seperti keluarga sehingga pelan pelan kita tersentuh," ujar Ben yang mengaku mendapat hukuman 5 tahun. 

Meski demikian, ia mengaku bahwa setelah mengikuti rehabilitasi sosial tersebut, ia merasa lebih tenang dan mampu mengintrospeksi kesalahan dan mau bangkit berubah. 

"Pendekatannya bagus, jadi sekarang kita melakukan rencana dan program termasuk refreshing dan mengembangkan bakat kita di sini. Selain itu kita diteguhkan dan diingatkan dengan tanggung jawab kepada keluarga" kata mantan pengguna yang ditangkap BNNP di Bandara El Tari pada 2017 silam.

Meskipun sulit pada awalnya, namun ia mengaku mampu melawan keinginan untuk menggunakan barang haram tersebut setelah mengikuti rehabilitasi. 

BREAKING NEWS : Dilaporkan Hilang, Siswi SMP di Kupang Dicabuli Berulang Kali Hingga Hamil

Pemuda Kota Kupang Dilatih Membuat Sofa

Masyarakat NTT Diimbau Doa Bersama Untuk Kelancaran Pelantikan Presiden Wakil Presiden RI

"Sekitar tiga bulan sudah rasa terbebas dari ketergantungan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved