Kadis PRKP: Pendataan Tanah Bendungan Temef Tak Ada Nama Penggugat, Fransiskus Mella

Kata Kadis PRKP: pendataan tanah Bendungan Temef tak ada nama Penggugat, Fransiskus Mella

Kadis PRKP: Pendataan Tanah Bendungan Temef Tak Ada Nama Penggugat, Fransiskus Mella
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana sidang gugatan ganti rugi atas lahan pembangunan bendungan Temef di Desa Konbaki dengan penggugat, Fransiskus Lodowik Mella di Pengadilan Negeri Soe 

Kata Kadis PRKP: pendataan tanah Bendungan Temef tak ada nama Penggugat, Fransiskus Mella

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman ( PRKP) Kabupaten TTS, Jakob Benu mengatakan, berdasarkan hasil pendataan bidang tanah oleh tim persiapan pengadaan lahan bendungan Temef, tidak ada lahan atas nama Fransiskus Lodowik Mella dalam kawasan pembangunan bendungan Temef.

Menurutnya, seluruh proses tahapan persiapan lahan sudah selesai dan datanya telah diserahkan kepada Gubernur NTT.

Selanjutnya, untuk proses pengukuran dan penafsiran nilai ganti rugi akan dilakukan oleh pihak BPN dan tim Appraisal.

BREAKING NEWS: Keracunan Makanan di Sei TTS Renggut Satu Korban Jiwa

" Bendungan Temef sendiri dibangun di atas wilayah tiga desa yaitu, Desa Oenino, Konbaki dan Pene Utara. Sesuai data, ada 640 bidang tanah dengan luasan yang berbeda yang dikuasai oleh 298 warga. Dari 298 warga tersebut memang tidak ada nama Fransiskus Mella yang merupakan penggugat ganti rugi tanah bendungan Temef senilai 312 Miliar," ungkap Jakob.

Hal senada juga diungkapkan Kejari TTS, Fachrizal yang juga masuk dalam tim persiapan lahan bendungan Temef.

PLN Group Serahkan Bantuan CSR Dua Unit MCK di SDN Uihanni Batakte

Ia mengatakan, sejak proses pendataan mulai dari Maret 2018 hingga proses usulan penetapan lokasi, nama Fransiskus Mella memang tidak ada.

Tidak hanya itu, dalam proses pendataan, sosialisasi dan dialog publik, pihak Fransiskus Mella tidak pernah hadir untuk melaporkan adanya tanah milik mereka, atau melakukan protes kepada tim.

Dirinya mengaku, sudah ada komunikasi dari Pemda TTS untuk meminta Kejari TTS sebagai kuasa hukum dalam menghadapi gugatan ganti rugi lahan oleh Penggugat, Fransiskus Mella di Pengadilan Negeri Soe.

"Sudah ada permintaan dari Pak Bupati Tahun agar kami (Kejari TTS) menjadi kuasa hukum Pemda TTS dalam menghadapi gugatan Perdata tersebut. Namun kita masih menunggu surat kuasa khusus untuk mulai bekerja," tegasnya kepada pos-kupang.com, Kamis (17/10/2019) di kantor Kejaksaan Negeri TTS.

Diberitakan pos kupang sebelumnya, Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 Ha di Desa Konbaki, Kecamatan Polen yang masuk dalam lahan pembangunan bendungan Temef.

Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebanyak 312 miliar atau per meternya dihargai dengan Rp. 100.000.

Dalam gugutannya tersebut Mella didampingi kuasa hukum dari firma ABP dan paralegal LKBH Fakultas Hukum Undana. Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat yaitu, Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya.

Saat ini sidang perdata gugatan ganti rugi lahan tersebut masuk dalam tahap mediasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved