Tim Penggerak PKK Ngada Komit Cegah Stunting di Ngada

Dan kadar gizi suatu makanan bukan hanya pada daging tapi ada pada menu makanan lainnya yang bisa dijangkau.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Ketua tim penggerak PPK Ngada, Ny. Kurniati Soliwoa saat kegiatan Germas di Lapangan Kartini Bajawa, Senin (14/10/2019). 

Tim Penggerak PKK Ngada Komit Cegah Stunting di Ngada

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Ngada, Ny. Kurniati Soliwoa, mengatakan, pihaknya komit untuk secara bersama mencegah Stunting.

Stunting, menurut Kurniati tidak bisa diobati hanya bisa dicegah. Sehingga butuh komitmen bersama pemangku kepentingan bersama masyarakat untuk mencegah Stunting.

"Saya di sini perlu menyampaikan bahwa kami dari tim penggerak PKK Kabupaten Ngada selama ini sudah berjuang bersama dinas terkait baik Dinas Kesehatan maupun kependudukan dalam penanganan penurunan angka stunting. Tadi sudah disampaikan bahwa stunting bisa dicegah untuk mengobati itu sulit," ungkap Ny. Kurniati disela-sela kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Lapangan Kartini Bajawa, Senin (14/10/2019).

Ny. Kurniati menyebutkan PPK Ngada bersama Dinas Kesehatan terus menggalang agar program pencegahan Stunting di Kabupaten Ngada ini dari hari ke hari dari waktu ke waktu bisa teratasi dan minimal untuk stunting di Kabupaten Ngada tidak boleh terjadi lagi.

"Jadi ini perlu peran serta dari kita semua tidak hanya dinas terkait. Akan tetapi peran dari semua komponen masyarakat itu sangat dibutuhkan sangat diperlukan karena dukungan dari masyarakat itulah yang sangat kami butuhkan," ungkapnya.

Ia mengatakan berbicara tentang stunting ini kita kembali lagi kepada gerakan masyarakat hidup sehat.

Soal makanan, selama ini masyarakat kita pada umumnya intinya sudah kenyang tanpa memperhatikan kualitas gizi suatu menu makanan.

Ia menyarankan kadar gizi harus diperhatikan dan bukan asal kenyang saja. Ibu hamil wajib memperhatikan asupan gizi.

Dan kadar gizi suatu makanan bukan hanya pada daging tapi ada pada menu makanan lainnya yang bisa dijangkau.

"Mungkin kita makan itu kenyang makan yang penting kenyang kita sudah tidak terlihat lagi pemenuhan gizi yang ada di piring kita. Kita harus mengenal dengan adanya isi piringku isi piringku itu bagaimana karbohidrat, protein, dan vitamin yang ada di piring kita. Maka kami menyarankan untuk pola hidup sehat itu makan bukan berarti harus makan makanan sehat itu tidak selamanya harus daging tetapi kita masih punya buah, yang ada di sekitar kita, seperti ubi-ubian dan juga ikan maupun tahu dan tempe," paparnya.

Ia menerangkan berbicara tentang masalah Stunting lebih ditekankan kepada anak-anak, wanita dan juga ibu hamil.

Asupan makanan harus bergizi karena ketika anak itu berada di dalam kandungan ibu dan juga bayi yang baru lahir itu sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak-anak balita karena mereka mereka inilah penerus masa depan.

HEBOH Video Live Instagram Artis Korea Sulli Nangis Sebelum Bunuh Diri,Meratap:Jangan Jahat Padaku

KPU NTT Berharap Dana Pilkada Manggarai Segera Ditetapkan

"Mereka-mereka inilah pengganti kita kalau kita yang sudah di atas 50 tahun sudah tidak mengenal yang namanya 4 sehat 5 sempurna. 4 sehat 5 sempurna bagi kita usia diatas 50 tahun itu membawa penyakit tetapi yang lebih dibutuhkan itu adalah anak-anak kita yang menjadi penerus generasi," tegasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved