Di Nagekeo, Penyakit Tidak Menular Cenderung Meningkat Setiap Tahun

Di Kabupaten Nagekeo, Penyakit Tidak Menular cenderung meningkat setiap tahun

Di Nagekeo, Penyakit Tidak Menular Cenderung Meningkat Setiap Tahun
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana kegiatan sosialisasi kanker serviks di Hotel Pepita Mbay Kabupaten Nagekeo, 10 Oktober 2019. 

Di Kabupaten Nagekeo, Penyakit Tidak Menular cenderung meningkat setiap tahun

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pemda Nagekeo melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan sosialiasi tentang kanker serviks dan kanker payudara.

Kabag Humas dan Protokol Setda Nagekeo, Gaspar Taka, mengatakan, kegiatan itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara.

Ini Jadwal Sidang Korupsi di Pengadilan Tipikor Kota Kupang Hari Ini

"Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Sosialisasi dan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Pepita Mbay, Kamis, 10 Oktober 2019 tersebut melibatkan 85 orang perempuan yang merupakan perwakilan dari guru, anggota PKK kecamatan dan ASN," ungkap Gaspar Taka.

Gaspar Taka menjelaskan kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja.

Ini Kerinduan Saat Masih Hidup Siswa SMP di Kupang yang Tewas Gantung Diri, Diungkap di Surat Wasiat

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg.Ellya Dewi, menjelaskan bahwa kanker termasuk salah satu penyakit tidak menular yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya termasuk kanker leher rahim.

"Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia. Kanker ini adalah jenis kanker kedua yang paling umum pada perempuan dan dialami oleh lebih dari 1,4 juta perempuan di seluruh dunia. Setiap tahun, lebih dari 460.000 kasus terjadi dan sekitar 231.000 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut (Data Kemenkes RI 2016)," jelas drg. Dewi.

Ia menjelaskan di Indonesia berdasarkan data yang di peroleh kanker leher rahim menempati urutan kedua dari kanker pada wanita. Hampir semua (99,7%) kanker leher rahim secara langsung berkaitan dengan infeksi sebelumnya dari satu atau lebih virus Human Papiloma (HPV), salah satu IMS yang paling sering terjadi di dunia.

Dari 50 jenis HPV yang menginfeksi saluran reproduksi, 15 sampai 20 jenis terkait dengan kanker leher rahim.

Ia mengatakan , kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya,gejala dan pencegahan kanker serviks dan kanker payudara.

"Kendala yang kami hadapi di lapangan adalah bahwa para perempuan enggan diperiksa karena 3 alasan utama yaitu takut, malu dan tidak tahu. Hal-hal tersebut yang ingin kita hilangkan.Tidak perlu takut dan malu untuk memeriksakan diri demi kesehatan pribadi," ungkapnya.

Ia menjelaskan pihaknya berharap agar para peserta sosialisasi dapat membagaikan pengetahuan yang diperolehnya kepada masyarakat di sekitarnya.

"Rencananya, Dinas Kesehatan akan melakukan lebih banyak kegiatan sosialisasi. Kami juga akan menambah jumlah bidan terlatih, sehingga pemeriksaan dapat dilaksanakan di setiap desa," jelasnya.

Sementara itu Norlency salah seorang peserta perwakilan dari PKK Kecamatan Aeseasa menyatakan bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan sejenis.

"Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan sosialisasi tentang kanker. Menurut saya sangat bagus karena kita dapat mengetahui gejala dan pencegahan penyakit kanker serviks dan payudara. Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved