Dari 82 Korban Diduga Keracunan Dirawat Di Puskesmas Sei, 77 Sudah Dijinkan Pulang

77 di antaranya sudah diijinkan pulang kembali kerumahnya, sedangkan 5 sisanya masih dirawat karena kondisi fisik korban masih lemah.

Dari 82 Korban Diduga Keracunan Dirawat Di Puskesmas Sei, 77 Sudah Dijinkan Pulang
POS KUPANG/DION KOTA
Salah satu korban diduga keracunan digendong saat dibawa ke Puskesmas Panite karena tidak sadarkan diri

Dari 82 Korban Diduga Keracunan Dirawat Di Puskesmas Sei, 77 Sudah Dijinkan Pulang

POS-KUPANG.COM---Selain di Puskesmas Panite, korban diduga keracunan juga dirawat di Puskesmas Sei. Pada Senin (14/10/2019) tercatat sebanyak 82 korban diduga keracunan makanan saat menghadiri pesta pernikahan yang digelar di Desa Sei, tepatnya di rumah Frans Boimau yang dirawat di Puskesmas Sei.

Dari jumlah tersebut, 77 di antaranya sudah diijinkan pulang kembali kerumahnya, sedangkan 5 sisanya masih dirawat karena kondisi fisik korban masih lemah.

Kepala Puskesmas Sei, Viktor Nahas mengatakan, pada hari Senin para korban diduga keracunan makanan mulai berdatangan ke Puskesmas Sei dengan keluhan mengalami mual-mual, muntah, sakit perut, kepala pusing dan suhu badan naik. Melihat gejala para korban, dokter  memberikan cairan infus dan obat anti muntah.

Pasca diberikan obat, kondisi para korban berangsur-angsur membaik sehingga diijinkan untuk pulang.

"Total korban diduga keracunan yang kita rawat mencapai 82 orang. Tetapi saat ini sisa lima yang masih kita rawat sedang yang lain sudah kita ijinkan pulang," ungkap Viktor kepada pos kupang.com melalui sambungan telepon seluler.

Ketika ditanyakan apakah pihak puskesmas sudah mengambil sampel sisa makanan, Viktor mengatakan, seluruh makanan yang dihidangkan saat pesta pernikahan di rumah Frans Boimau telah habis dikonsumsi.

"Tim sudah ke rumah tempat pesta berlangsung tetapi tidak ada lagi sisa makanannya," ujarnya.

Sementara itu, di Puskesmas Panite jumlah korban diduga keracunan yang berada dari Desa Bena dan Oebelo terus bertambah. Total hingga sore, jumlah pasien diduga keracunan yang dirawat mencapai 46 orang.

Dimana 9 merupakan warga Bena dan 37 sisanya merupakan warga Oebelo. Para korban diduga keracunan ini semuanya diketahui ikut menghadiri pesta pernikahan, Yetni Boimau dan Thomas Masu yang digelar di rumah Frans Boimau.

Kondisi para korban masih terus diobservasi oleh tim medis sebelum dijinkan untuk pulang.

"Semua ada 46 korban yang kita rawat termasud pengantin baru Yetni Boimau dan Thomas Masu. Para korban kita berikan cairan infus dan obat anti muntah untuk memulihkan kondisi fisik korban. Jika hasil observasi ada pasien yang kondisinya membaik mungkin malam ini sudah ada yang bisa kita ijinkan untuk pulang, sebut Kepala Puskesmas Panite, Armawati Ton, Amd.Keb.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Eirene Atte menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih guna mencegah kasus keracunan kembali berulang. Rajin mencuci tangan, mengkonsumsi air bersih dan tidak BAB sembarangan tempat diharapkan dilakukan masyarakat disaat pucak musim kemarau seperti saat ini.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk lebih jeli ketika mengkonsumsi jajan atau makanan jadi yang dijual di warung-warung. Ketika membeli makanan kemasan atau bumbu dapur, Eirene menghimbau agar masyarakat memperhatikan masa berlakunya.

Korban Lakalantas Di Camplong 3 Meninggal, 4 Sekarat Dilarikan ke RS Naibonat

SADIS! Suami Cor Hidup-Hidup Istrinya di Lubang WC, Si Anak Dendam & Lakukan Ini 7 Tahun Kemudian

"Saya berharap masyarakat bisa menjaga pola hidup sehat untuk mencegah kasus keracunan kembali berulang," pintanya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved