Kamis, 16 April 2026

BBPBAT Sukabumi Terapkan Teknologi Bioflock di Desa Mata Air

bantuan perikanan sistem bioflock dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Dirjen Perikanan Budidaya bagi kelompok perikanan.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYONG
Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk saat memantau uji coba Teknologi Budidaya Perikanan Bioflock, Senin (14/10/2019) 

BBPBAT Sukabumi  Terapkan Teknologi Bioflock di Desa Mata Air

POS-KUPANG.COM I OELAMASI-- Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi
menerapkan  teknologi budidaya perikanan Bioflock di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Teknologi Bioflock ini untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan yang sebelumnya sudah diterapkan 
di Kota Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU dan Kabupaten Manggarai Timur.

Rizal Kurniawan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, kepada wartawan di Desa Mata Air, Senin (14/10/2019) mengatakan, bantuan perikanan sistem bioflock dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Dirjen Perikanan Budidaya bagi kelompok perikanan.

Bioflock adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flock, mengubah senyawa organik dan anorganik yang menjadi senyawa karbon (C), Hindogen (H), Oksigen (O) dan Nitrogen (N) menjadi masa sludge berupa bioflock dengan menggunakan bakteri bioflock.

Menurutnya, Kelompok di Desa Mata Air dipilih sesuai hasil survei lokasi dan survei kelayakan kelompok calon penerima program.

"Setelah kami survei, kelompok di Desa Mata Air ini layak menerima bantuan. Tekonologi bioflock sangat cocok dengan iklim di NTT yang panas dan rata - rata kekurangan air. Teknologi ini memiliki keunggulan antara lain cocok untuk daerah panas, hemat air dan hemat pakan ikan," jelas Rizal.

Dirinya menambahkan, Hemat Air artinya, selama 3 bulan dengan kondisi suhu panas tidak perlu ganti air. Hemat Pakan artinya, tumbuhkan banyak bakteri dari kotoran ikan dan sisa pakan ikan yang diolah dengan probiotik menjadi flock untuk pakan ikan itu sendiri.

Manfaat lain dari bioflock ungkapnya, memiliki produktifitas tinggi. Dengan kolam ukuran 4 × 4 meter, masyaakat dapat dipelihara hingga 1000 ekor dengam Hasil panen mencapai 200 kg per kolam.

4 Jenis Olahraga Yang Bisa Melenyapkan Penyakit Asma, Yuk Kepoin!

Mari ! Baca 5 Penyebab Kenapa Mudah Terasa Lapar dan Cara Mengatasinya

Jangan Diabaikan Agar Tidak Senasib Artis Ini,Mati Gegara Asam Lambung,10 Tips Buat Pencernaan Sehat

 

Jenis bantuan yang diberikan yaitu fasilitas kolam, pakan, bibit ikan nila merah serta obat - obatan. Untuk Desa Mata Air menerima bantuan 20.000 ekor benih ikan jenis nila merah yang sangat cocok untuk sistem perikanan bioflock.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved