Polresta Kupang Amankan Sidang Simpatisan FPI

Ade yang merupakan simpatisan FPI ditangkap di kediamannya di Cibinong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada 26 Juni 2019.

Polresta Kupang Amankan Sidang Simpatisan FPI
POS KUPANG/RYAN NONG
Kapolres Kota Kupang AKBP Satrya PT Binti 

Polresta Kupang Amankan Sidang Simpatisan FPI

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Polres Kota Kupang (Polresta) mengerahkan personel untuk mengamankan pelaksanaan sidang dugaan pidana hoax dan ujaran kebencian atas terdakwa Ade Yuliawan (32) di Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang. 

Kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (11/10/2019), Kapolres Kota Kupang AKBP Satrya PT Binti mengatakan, pengerahan personil untuk pengamanan sidang tersebut dilaksanakan berdasarkan permintaan dari pihak Pengadilan Negeri Kupang. 

"Untuk sidang ini kita lakukan pengamanan terbuka. Ini atas permintaan dari Pengadilan Negeri Kupang," ujar Satrya.

Mantan Kasatrolda Polair Polda NTT itu mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak satu peleton personel Polres Kupang Kota untuk melakukan pengamanan sidang simpatisan FPI itu. 

Meski demikian, perwira dengan dua melati itu mengimbau agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses persidangan di Kota Kupang yang terkenal dengan tingkat keberagaman dan toleransinya.

Sidang kasus dugaan pidana ITE dengan terdakwa Ade Yuliawan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang dengan majelis hakim A. A. Made Aripathi Nawaksara,S.H. dan hakim anggota Prasetyo Utomo, S.H., dan Ari Prabowo, S.H.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan untuk pemilik akun Youtube “Muslim Cyber Army” ini digelar di Ruang Sidang Pengayoman Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1A pada Kamis (3/10/2019) siang. Sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi kuasa hukum dilaksanakan pada Selasa (8/10/2019) dan sidang ketiga dengan agenda tanggapan jaksa dilaksanakan Kamis (10/10/2019).

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim A. A. Made Aripathi Nawaksara, S.H., M.H., dengan hakim anggota Prasetio Utomo, S.H, Ari Prabowo, S.H., tersebut, terdakwa didampingi pengacara Aloysius Balun SH. 

Ade yang merupakan simpatisan FPI ditangkap di kediamannya di Cibinong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada 26 Juni 2019.

Ia ditangkap berdasarkan laporan Polisi bernomor LP/A/0581/VI/2019/Bareskrim tanggal 25 Juni 2019 dan dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Ade merupakan salah satu pentolan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang kerap memproduksi dan menyebarkan hoax, berita bohong dan ujaran kebencian kepada negara dan pemerintah. 

Pendeta Robenson Nainggolan Apresiasi Peserta KKR dan Seminar Kasih Melanda NTT Ilahi di Kupang

Pilkada 2020 - Partai Hanura Buka Pendaftaran 14 Oktober 2019

Ayo Download Lagu Populer Milik Didi Kempot, Via Vallen Nella Kharisma Oktober 2019, Hanya Di Sini!

Penyebaran itu bertujuan menghina pemerintah, antara lain presiden, menteri, institusi Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum, serta Polri. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved