Psikolog UI Temukan Siswa SD Masih Suka Nyontek

suatu pekerjaan di sekolah para siswa tersebut berusaha menyontek tanpa berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Psikolog UI Temukan Siswa SD Masih Suka Nyontek
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Siswa SDK Detukune Mengikuti Test Psikolog Yang Diberikan Tim Dari Universitas Indonesia. 

Psikolog UI Temukan Siswa SD Masih Suka Nyontek

POS-KUPANG.COM|ENDE--Tim Psikolog Universitas Indonesia menemukan fakta bahwa siswa SD di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende masih suka menyontek pada saat kegiatan belajar di kelas.

Hal ini terungkap ketika tim psikolog UI melakukan bakti masyarakat dan riset di Kecamatan Nangapanda.

Ika Agustina selaku psikolog dari Universitas Indonesia mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis siang (10/10/2019) saat ditemui di SDK Detukune,Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

Ika mengatakan bahwa dari hasil penelitian kepada para siswa dari 16 sekolah yang ada di Kecamatan Nangapanda atau terhadap 600 orang siswa yang ada di daerah itu ditemukan bahwa masih ada siswa yang masih suka menyontek.

Hal yang mendasari para siswa masih suka menyontek karena mereka kurang percaya diri dengan kemampaun yang mereka miliki sehingga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di sekolah para siswa tersebut berusaha menyontek tanpa berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri.

“Hal yang sederhana adalah ketika tim memberikan soal psikolog kepada para siswa mereka tidak mengerjakan sendiri namun berusaha melihat teman yang ada di sebelahnya,” kata Ika.

Ika mengatakan bahwa hal lain yang ditemukan oleh tim psikolog Universitas Indonesia adalah masih ada oknum guru yang melakukan pendekatan fisik kepada para siswa meskipun dilakukan dengan cara yang halus.

“Kita lihat ada oknum guru yang masih memegang rotan meskipun tidak langsung dipukul kepada para siswa namun itu terkesan seperti bentuk intimidasi kepada para siswa,” kata Ika.

Julie Sutrisno Beri Motivasi Bagi Petani Kopi, Etos Kerja Harus Ditingkatkan!

Polres Sumba Timur Bekuk 2 Pelaku Penipuan, Korban Alami Kerugian Rp 624 Juta, Begini Kronologinya!

Menurut Ika pola-pola pendekatan fisik maupun intimidasi kepada para siswa tentu tidak dibenarkan karena akan berpengaruh kepada perkembangan jiwa dari siswa itu sendiri.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved