Kualitas Angkatan Kerja di NTT Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Masalah kualitas angkatan kerja di Provinsi NTT Masih Rendah, ini penyebabnya

Kualitas Angkatan Kerja di NTT Masih Rendah, Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/FOTO KIRIMAN DR. IR. ALFONSUS THEODORUS, MT
Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona saat berbicara pada Forum Ekonomi dan Bisnis antara pemerintah dan swasta tentang Revolusi Industri 4.0 dan kesiapan tenaga kerja di Provinsi NTT, Hotel Papa Jhon's Kupang, Kamis (10/10/2019) pagi. 

Masalah kualitas angkatan kerja di Provinsi NTT Masih Rendah, ini penyebabnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kualitas angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara TimurNTT) saat ini masih rendah. Rendahnya kualitas angkatan kerja disebabkan karena masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah terutama SD ke bawah yaitu 1.381.142 orang ( 55,55% ). Sementara mereka yang berpendidikan Diploma / Akademi sebanyak 61.056 orang (2,46%) dan Sarjana sebanyak 207.192 orang ( 8,33%).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, dalam materi tentang Kebijakan Pembangunan Tenaga Kerja di Provinsi NTT Dalam Rangka Mengurangi Pengangguran NTT di Hotel Papa Jhon's Kupang, Kamis (10/10/2019) pagi.

BREAKING NEWS : 6 Paus di Sabu Raijua NTT Berhasil Dikembalikan ke Laut, 9 Mati, 2 Luka Parah

Rilis kegiatan tersebut disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbangda Provinsi NTT, DR. Ir. Alfonsus Theodorus, MT kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (10/10/2019) malam.

Dijelaskannya, sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian sebanyak 1.319.772 orang (54,73%). Di satu sisi, wilayah NTT sebagian besar adalah lahan kering dengan curah hujan hanya 3-4 bulan per tahun.

Dilihat dari status pekerjaan utama, sebagian besar bekerja di sektor informal yaitu sekitar 1.833.828 orang (76,04%) dan di sektor formal hanya sekitar 577.705 orang (23,96 %).

Pasca Penusukan Wiranto, TNI Evaluasi Pengamanan Jokowi, Masih Bolehkah Rakyat Bersalaman

Di dalam kelompok informal tersebut terdapat mereka yang berstatus sebagai pekerja/keluarga tidak dibayar jumlahnya 639.223 orang (26,51 %).

Jumlah penganggur terbuka dan terutama setengah penganggur cukup tinggi. Jumlah penganggur terbuka pada tahun 2019 sebesar 78.548 orang atau 3,01% dari total angkatan kerja sementara jumlah ½ penganggur sebesar 1.107.843 orang atau 45,94 % dari keseluruhan orang yang bekerja.

Masalah lainnya, masih banyaknya tenaga kerja yang berangkat keluar NTT secara non prosedural.

Berdasarkan data berita resmi statistik (BRS) Februari tahun 2019, jumlah penduduk NTT saat ini 5.454.140 jiwa, terdiri dari penduduk usia kerja (15 tahun) 3.543.119 jiwa, angkatan kerja 2.486.281 jiwa, bekerja 2.411.533 jiwa, dan pengangguran terbuka 78.584 jiwa (3,01%).

Khusus angkatan kerja per Agustus 2018 yang jumlahnya 2.486.281 orang (70,17%) terdiri dari < SD 1.381.142 orang (55,55%), SLTP 306.890 orang (12,34%), SLTA 380.981 orang (15,32%), SMK 149.020 orang ( 5,99%), Diploma 61.056 orang (2,46%), Universitas 207.192 orang (8,33%).

Jumlah penduduk usia kerja (>15 th) sebanyak 3.543.119 orang, terdiri dari bukan AK 1.056.838 orang (29,83 %), bekerja 2.411.533 (96,99%), pertanian, kehutanan & perikanan 1.319.772 (54,73%), pertambangan dan penggalian; pengadaan listrik gas & air = 41.017 (1,70%), industri pengolahan 216.175 (8,96%), konstruksi 106.751 (4,43%), perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor 232.586 (9,64%).

Di bidang transportasi & akomodasi 118.416 (4,91%), informasi dan komunikasi; jasa keuangan; real estat dan jasa perusahaan 38.560 (1,60%), Adm. Pemerintah, pertahanan & jaminan sosial wajib 123.411 (5,12%), jasa pendidikan 131.811 (5,47%), jasa kesehatan & kegiatan sosial 35.616 (11,48%) dan jasa lainnya 47.418 (1,97%).

Sedangkan jumlah penganggur 78.584 (3,01 %), terdiri dari < SD 14.985 (19,08%), SLTP 7.116 ( 9,06%), SLTA 24.513 (31,21%), SMK 10.611 (13,51%), Diploma 4.246 ( 5,41%), Universitas 17.077 (21,74%). (Laporan Reporter Pos- Kupang.Com, Kanis Jehola)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved