BREAKING NEWS : 6 Paus di Sabu Raijua NTT Berhasil Dikembalikan ke Laut, 9 Mati, 2 Luka Parah

BREAKING NEWS : 6 paus di Sabu Raijua NTT berhasil dikembalikan ke laut, 9 mati, 2 luka parah

BREAKING NEWS : 6 Paus di Sabu Raijua NTT Berhasil Dikembalikan ke Laut, 9 Mati, 2 Luka Parah
BKSDA NTT untuk POS-KUPANG.COM
Paus terdampar di Pantai Koloudju, Desa Menia Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, NTT, Kamis (10/10/2019).

BREAKING NEWS : 6 paus di Sabu Raijua NTT berhasil dikembalikan ke laut, 9 mati, 2 luka parah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 17 Paus terdampar di Pantai Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur  ( NTT), Kamis (10/10/2019) pagi.

Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD), melalui Yos B. Rangga. SH. M.Si. Kasubag Data, Evaluasi, Pelaporan dan Humas Balai Besar KSDA NTT, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan kejadian terdamparnya 17 ekor paus tersebut merupakan kejadian langka di Sabu Raijua.

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Alak Kupang Tersangka Disoraki Keluarga Korban

Diceritakannya, Kamis (10/10/2019) pagi BKSD NTT menerima laporan dari masyarakat ada Paus terdampar di Pantai Koloudju Desa Menia.

Pihak BKSD langsung berkoordinasi dengan Kepala Seksi Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua yang sampai saat ini berada di tempat kejadian.

Menurutnya, sampai dengan pukul 18.30 Wita, sebanyak 6 ekor telah direalise kembali ke laut, 2 ekor dalam keadaan terluka dan dalam upaya penyelamatan, sedang 9 ekor mati karena terluka parah akibat terdampar dikarang.

10 Perusahaan Investasi Ilegal Bermain di NTT, Polda Mengaku Belum Ada Laporan Korban

Ia mengatakan, informasi sementara bahwa jenis paus tersebut adalah Paus Pilot (Globicephala macrorhynchus).

"Untuk memastikan dan membantu penanganan Paus dilokasi kejadian, pihak BKSD telah menugaskan tiga orang anggota tim WRU ke lokasi," ungkapnya.

Dijelaskannya, di kawasan terdamparnya 17 ekor paus tersebut merupakan kawasan konservasi perairan Taman Nasional Laut Sawu yang dikelola oleh Balai Konservasi Perairan Nasional Kupang Kemeterian Kelautan dan Perikanan.

Sementara itu, lanjutnya, Laut Sawu merupakan koridor migrasi paus-paus langka dunia. Kawasan perairan seluas 3,5 juta hektar itu juga menjadi tempat singgah dan berkembang biak mamalia lain selain paus, antara lain lumba-lumba, serta aneka burung laut.

Yos menjelaskan, Laut Sawu kaya akan nutrisi yang dicari mamalia laut, seperti paus dan lumba-lumba.

Menurutnya di Sawu sering terjadi upwelling, yakni peristiwa naiknya massa air laut bersuhu dingin dari dasar perairan yang kaya nutrisi ke perairan di atasnya.

”Hal itu menyebabkan perairan Sawu memiliki produktivitas tinggi sehingga ikan banyak berkumpul di daerah ini. Upwelling juga membuat variasi suhu yang tinggi di perairan ini sehingga menjadikan Sawu tahan terhadap dampak dari pemanasan global,” jelas Yos.

Dikatakannya, pihaknya informasi aktual selanjutnya akan disampaikan tim WRU yang ditugaskan kepala Balai besar KSDA NTT Ir. Timbul batubara, M.Si. melalui pres rilis dengan media. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved