Ini Tiga Poin yang Perlu Diperhatikan Untuk Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

pembangunan harus bisa mensejahterakan masyarakat lokal. Dari proses awal hingga hasil akhir, masyarakat lokal

Ini Tiga Poin yang Perlu Diperhatikan Untuk Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Panorama di Pelabuhan Labuan Bajo. . 

Ini Tiga Poin yang Perlu Diperhatikan Untuk Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Pariwisata yang berkelanjutan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) perlu memperhatikan tiga poin yang berkesinambungan.

Demikian yang disampaikan oleh salah satu pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Matheus Siagian.

"Ketiga hal itu yakni, aspirasi masyarakat dalam destinasi, visi pelestarian berkelanjutan dan potensi pasar yang tersedia. Tiga aspek ini merupakan hal yang menjadi kunci bagi eksekusi konsep kepariwisataan yang efektif dan efisien," kata Mateus, kepada POS--KUPANG.COM, Jumat (11/10/2019).

Disampaikannya pariwisata berkelanjutan akan terjadi jika aspirasi didengarkan dan kegiatan dijalankan oleh orang lokal yang memiliki budaya di tempatnya sendiri.

"Proyek datang dan pergi namun masyarakat lokal tetap tinggal," kata Matheus.

Disampaikannya, Manggarai Barat sudah memiliki tugas yang berat, yakni: menjadi pintu masuk di NTT dan menjadi tonggak pariwisata berbasis konservasi untuk Indonesia, baik melalui perlindungan fauna atas dan bawah lautnya, maupun hutan hijau dalam bentangan Pulau Flores dari barat.

Dia juga menyotori konsep pariwisata halal maupun tenaga kerja asing.

Selain itu kehadiran Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo - Flores kata dia, perlu lebih intens untuk disosialisasikan.

"Hal lainnya yang menjadi tanda tanya besar adalah BOP mendapatkan lahan ratusan hektar. Masyarakat banyak bertanya-tanya, mau dijadikan apa? Bagaimana tata kelolanya? Sistemnya seperti apa? BOP badan yang baru saja diresmikan dan bergerak di Labuan Bajo saya rasa butuh perkenalan diri terlebih dahulu. Sebelum memulai dengan program-programnya, mereka butuh sosialisasi awal," kata Matheus.

Dia menjelaskan, program-program BOP perlu disosialisasikan agar tidak terjadi salah paham.

"Penjelasan fungsi, wewenang dan tujuan harus dijabarkan secara mendetail. Kalau semua sudah jelas, tentu kita berharap lembaga ini bisa mempercepat pembangunan di Labuan Bajo dan sekitarnya. Tentunya pembangunan harus bisa mensejahterakan masyarakat lokal. Dari proses awal hingga hasil akhir, masyarakat lokal harus dilibatkan," kata Matheus.

Disampaikannya, BOP Labuan Bajo harus dapat merepresentasikan suara masyarakat.

Wiranto Diserang, Nasyirul Falah Amru Khawatir, PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Radikalisme

Tahapan Pilkades Antar Waktu Di 5 Desa Di TTS Sudah Mulai Berjalan

"Semoga tokoh masyarakat dan stakeholders pariwisata bisa lebih dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan dan pengambilan keputusan lainnya. Hal ini tentu untuk kemajuan pariwisata berkelanjutan di tanah Flores sendiri," kata Matheus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved