Berita Pendidikan

Kabar Gembira! Pelajaran PKN dan Pancasila Akan Dipisahkan Biar Efektif Bagi Siswa

Pemerintah memisahkan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan Pancasila agar lebih efektif.

Kabar Gembira! Pelajaran PKN dan Pancasila Akan Dipisahkan Biar Efektif Bagi Siswa
tribunnews.com
Pelajaran PKN dan Pancasila akan dipisahkan bagi siswa 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pemerintah memisahkan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan Pancasila agar materi yang diberikan kepada siswa lebih efektif diterima.

"Kami ingin Pancasila memiliki bobot materi untuk penanaman Pancasila dan pengamalannya, bukan pengetahuan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy usai meresmikan Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Surakarta di Solo, Jumat (4/10/2019).

Menurut dia, dengan pemisahan tersebut siswa dapat lebih fokus untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran Pancasila.

Buka Outlet Toyota di Labuan Bajo, Warga Makin Gampang Miliki Mobil

"Penanaman dan pengamalan nilai Pancasila sangat penting untuk diajarkan kepada anak," katanya.

Meski demikian, setelah dievaluasi ternyata ketika mata pelajaran Pancasila dijadikan satu dengan kewarganegaraan justru materi Pancasila terbawa ke bobot kewarganegaraan yang lebih banyak pengetahuan.

"Jadi bukan penanaman dan pengamalan Pancasila. Oleh karena itu, setelah kami dipertimbangkan, nanti pada tahun 2020 agar dipisahkan pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan Pancasila," katanya.

Juara Lomba CCK Undana 2019, Ini Yang Diharapkan Volunteer USA kepada SMAK Giovanni

Sementara itu, terkait dengan mata pelajaran muatan lokal disesuaikan dengan keunggulan masing-masing daerah.

"Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, batik sudah jadi muatan lokal.

Wow! SMPN 1 Nubatukan Awasi Siswa Gunakan Handphone

Kalau batik diangkat sebagai mata pelajaran muatan lokal secara nasional kan tidak setiap daerah unggulannya batik," katanya.

Ia mengatakan muatan lokal disesuaikan dengan ciri khas, kearifan, dan keunggulan dari masing-masing daerah.

"Namanya saja lokal. Kalau ada daerah yang mengunggulkan
selain batik ya kami persilahkan," katanya. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved