Sidang Perkara Hoax dan Ujaran Kebencian anggota FPI di Kupang, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

eksepsi terhadap dakwaan majelis hakim dalam sidang perkara hoax dan ujaran kebencian kliennya.

Sidang Perkara Hoax dan Ujaran Kebencian anggota FPI di Kupang, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi
POS KUPANG/RYAN NONG
Pemilik akun youtube Muslim Cyber Army, Ade Yuliawan (32) bersama kuasa hukum usai sidang perdana di PN Kelas IA Kupang pada Kamis (3/10/2019). 

Sidang Perkara Hoax dan Ujaran Kebencian anggota FPI di Kupang, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kuasa hukum terdakwa Ade Yuliawan (32), Aloysius Balun SH menyatakan akan mengajukan eksepsi terhadap dakwaan majelis hakim dalam sidang perkara hoax dan ujaran kebencian kliennya. 

"Kita keberatan terhadap dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut. Jadi kita akan ajukan eksespi," ujar pengacara kawakan NTT ini kepada POS-KUPANG.COM, Senin (7/10/2019).

Pengacara yang akrab disapa Lius ini mengatakan, eksepsi akan dilaksanakan dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (8/10/2019) besok di Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kasus hoax dan ujaran kebencian anggota Front Pembela Islam (FPI), Ade Yuliawan (32) ini akhirnya disidang di Pengadilan Negeri Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sidang perdana pembacaan dakwaan untuk pria yang merupakan pemilik akun Youtube “Muslim Cyber Army” ini telah digelar di Ruang Sidang Pengayoman Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1A pada Kamis (3/10/2019) siang. 

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim A. A. Made Aripathi Nawaksara, S.H., M.H., dengan hakim anggota Prasetio Utomo, S.H, Ari Prabowo, S.H., tersebut, terdakwa didampingi pengacara Aloysius Balun SH. 

Ade yang merupakan anggota aktif tim IT FPI ditangkap di kediamannya di Cibinong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada 26 Juni 2019.

Ia ditangkap berdasarkan laporan Polisi bernomor LP/A/0581/VI/2019/Bareskrim tanggal 25 Juni 2019 dan dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Ade merupakan salah satu pentolan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang kerap memproduksi dan menyebarkan hoax, berita bohong dan ujaran kebencian kepada negara dan pemerintah. 

Penyebaran itu bertujuan menghina pemerintah, antara lain presiden, menteri, institusi Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum, serta Polri.  

Pemilik, administrator, kreator, sekaligus modifikator akun media sosial penyebaran hoax dan ujaran kebencian berupa konten gambar dan video melalui akun Instagram @wb.official.id dan @officialwhitebaret serta akun YouTube Muslim Cyber Army itu kemudian ditahan dan disidangkan di Kupang, NTT.

Akun Instagram @wb.official.id dan @officialwhitebaret diketahui memiliki 20 ribuan pengikut dan mengunggah 298 kali konten.

Sedangkan akun YouTube Muslim Cyber Army telah dibuat sejak Maret 2013 dan memiliki sekitar 4 juta penonton.

Renungan Kristen Protestan : Disiplin Karena KasihNya

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun Kabar Duka Bayi Pemain Cinta Suci Irish Bella & Ammar Zoni Wafat

Anggaran Pilkada Ngada 2020 Disetujui Pemda Ngada,Segini Nilainya !

Dalam unggahannya tersebut, Ade kerap menyebarkan informasi bertujuan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved